Siapa Dia

Tim Sukses Bubar, Rawat Istri, Ibu, dan Mertua yang Covid

Ganong Agung (istimewa)

Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, selesai. Hasilnya sudah diketahui. Namun, tugas belum selesai Ganong Agung. Usai berjuang menjadi tim sukses pasangan Abdussalam dan Ifan Ariadna, perjuangan lain yang lebih berat dan menyita energi menunggunya di rumah.

Pandemi Covid-19 menghantam keluarga Ganong. Setelah ayah mertuanya Soewondo meninggal dunia dalam status terkonfimasi Covid, istrinya Betty Purnaningtyas, ibunya Misnurhatilah Jaya, dan ibu mertuanya Sutatik terkena virus yang sama.

Semula, Betty dan Sutatik yang terkena. Mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Ganong terpaksa pindah dulu ke rumah di Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat, bersama dua anaknya, Izzat Zivin Gati Ramadhan yang masih berusia 10 tahun dan Elmyra Gati Shanum yang berusia 20 bulan.

Sebelum berpisah sementara, Sutatik berpesan agar Ganong ikhlas. “Allah telah memilih kita. Pipi jaga anak-anak, Ibu dan istrimu akan menjaga kondisi kami,” katanya.

“Jaga anak anak ya Pi. Aku Insya Allah kuat jalani ini dan Pipi sabar jaga anak-anak,” kata Betty.

Sejak saat itu, setiap hari, Ganong menempuh jarak 36 kilometer berangkat dan pulang dari Kalisat ke Sumbersari untuk memastikan kebutuhan mertua dan istrinya. Bahkan pernah dalam sehari, dia harus bolak-balik lima kali. Dia kuatkan istrinya. “Rasanya sesak, pusing, dan bosan. Bismillah, aku ikhlas, aku jalani saja,” kata Betty.

Ganong juga harus merawat dua anaknya. Untunglah sang anak memang dekat dengannya, sehingga tidak rewel. “Hanya dengan kata Bismillah saya menjalani takdir ini,” kata pria kelahiran Jember, 1 Agustus 1981 ini.

Istri dan metuanya sembuh setelah 28 hari. Namun pandemi belum berakhir menggerus keluarga Ganong. Kamis, 14 Januari 2021, ponselnya berbunyi. Misnurhatilah yang tinggal bersamanya di Sumbersari mengeluh semalaman panas. Perutnya juga sakit. Tiga hari tak kunjung reda.

Ganong segera meluncur ke rumah dan membawa sang ibu ke Rumah Sakit Daerah Kalisat. Misnurhatilah terkonfirmasi positif Covid. Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Minggu, 17 Januari 2021, giliran sang anak lelaki Izzat Zivin Gati Ramadhan terkena demam. Suhu tubuhnya 39,7 derajat celcius. Ganong berdebar-debar, cemas sang anak kena Covid juga. Belakangan diketahui kalau Izzat kena demam berdarah.

Konsentrasi Ganong terbelah. Misnurhatilah takut sendirian di rumah sakit. Ganong sebenarnya boleh menemani. Namun dia tak boleh keluar dari ruang isolasi, dan harus isolasi mandiri sesudahnya. Tentu saja tak mungkin. Ganong tak bisa membiarkan Izzat sendirian tanpa perawatan.

Selain itu masih ada sang ayah, Gatot Sapto Tribuono, yang sakit diabetes di rumah dan perlu dipastikan agar insulin disuntikkan tepat waktu. Biasanya Misnurhatilah yang merawat sang suami. Ganong akhirnya memilih merawat Izzat dan Gatot. “Saya berterima kasih kepada tim tenaga kesehatan RS Kalisat yang merawat ibu saya ibarat orang tua sendiri,” katanya.

Dalam kondisi kelelahan memuncak, Ganong hanya bisa berdoa. “Pernah suatu malam begitu aku selesai zikir, rasanya badan dan pikiranku ini enteng banget,” katanya.

Sahabatnya, Mahbub Djunaedi, mantan wartawan Tempo yang sekarang memiliki usaha kedai kopi, banyak membantu. “Dia kasih resep aku sari daun kelor. Bahkan membuatkannya untukku pada jam satu malam. Badanku paginya segar kembali. Sahabat-sahabat saya juga menjadi imun tersendiri,” kata Ganong.

Badai akhirnya berlalu. Ibu, ibu mertua, istrinya, anaknya sembuh. Dari sana, Ganong mendapat pelajaran pentingnya orang-orang dekat dan sekeliling pasien Covid-19 dalam proses penyembuhan. “Di situlah pentingnya orang-orang sekitarnya memotivasi. Jangan malah dijauhi atau digunjing,” katanya.

Ganong juga meyakini kalimat bismillahirrohmanirrohim (dengan menyebut nama Allah SWT yang pengasih dan penyayang) adalah imun tersendiri bagi tubuh. “Bismillah adalah imun yang sangat luar biasa buat apapun,” katanya. Kalimat itu membangkitkan keyakinan dan keikhlasan bahwa semua cobaan bisa dilalui dengan baik. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar