Siapa Dia

Gabriel Budi

Sukses Jadi Agen Pemain Sepak Bola Indonesia

Agen pemain asal Surabaya, Gabriel Budi

Surabaya (beritajatim.com) – Agen sepak bola di Indonesia memang masih dalam hitungan jari, namun ada beberapa agen yang telah memiliki nama dan berhasil memoncerkan pemain asing di Indonesia.

Salah satunya adalah agen pemain asal Surabaya, Gabriel Budi. Di dunia sepak bola tanah air siapa yang tak mengenal Ko Budi, sapaan akrabnya. Dia berhasil membawa pemain sepak bola dari Eropa hingga Asia Timur untuk bermain di Indonesia. Bahkan dia beberapa kali membawa pemain Indonesia untuk bermain di luar negeri, salah satunya Ryuji Utomo yang sukses bermain di Thailand.

Namun siapa sangka jika perjalanan karirnya sejak tahun 2010 ini bisa menorehkan prestasi yang cukup gemilang. Bahkan setiap musim Budi bisa membawa 20 hingga 30 pemain bermain di Indonesia.

Dalam siaran langsung di sosial media pribadinya, agen berparas oriental ini menceritakan, menjadi agen harus rela berkorban waktu dan yang terpenting jangan pernah menganggap para pemain ini sebagai obyek bisnis. Namun lihatlah bagaimana skill permainan, karakter dan kerja keras pemain di sebuah klub.

“Saya pertama menjadi agen 2010 waktu zaman LPI, sampai sekarang. Menurut saya jadi agen harus berani berkorban waktu dan kita jangan pernah menganggap para pemain ini sebagai obyek bisnis tapi lihatlah skill pemain, karakter dan kerja keras pemain,” ucap Budi, Sabtu (9/5/2020).

Dia juga memberikan masukan untuk para generasi muda yang ingin menjadi agen sepak bola. “Siapa pun bisa asal memenuhi beberapa persyaratan seperti memiliki lisensi atau sertifikat dari FIFA, karena setiap agen harus mengambil sertifikasi setiap lima tahun sekali,” urainya.

Lalu harus mengikuti workshop. Ini penting karena setiap agen harus tahu regulasi terbaru dari Liga Indonesia. “Serta pelajari beberapa aturan yang telah ditentukan oleh federasi akan pemain asing yang bermain di Indonesia,” sambungnya.

Karena agen bukan hanya membawa pemain untuk bisa masuk ke dalam klub dan memberikan pelajaran akan budaya dan adaptasi bermain di Indonesia. Agen juga harus bisa menyelesaikan permasalahan jika pemain ada kasus di luar klub seperti masalah sosial dan masalah hukum.

“Agen harus ikut lisensi atau minimal memiliki sertifikat dari FIFA. Saya dulu harus mengambil sertifikasi setiap 5 tahun sekali karena selalu ada penyegaran. Kemudian harus ikut workshop case by case, misalnya ada program baru atau regulasi baru di Indonesia, agen harus tahu. Biasanya ada manual book yang diberikan di situ tertera lengkap peraturan usia berapa pemain boleh menggunakan agen dan yang lainnya,”ungkapnya.

Bahkan yang menarik, menjadi seorang agen sepak bola jangan hanya dilihat sebagai rekan kerja namun juga humanity profesional, seperti membantu beradaptasi baik dari segi lingkungan, makanan, sosial dan budaya.

“Kita sifatnya sama pemain menjadi keluarga buka hanya sebagai rekan kerja, kita lihat sisi humanity profesional, contoh seperti Goran Gancev, dia sudah sama saya selama 9 tahun. Mulai menjadi pemain sepak bola hingga kini ia memilih mengambil profesional lisensi pelatih kita dukung. Ada juga Spaso ketika dari Bhayangkara FC berlabuh ke Bali United, ia butuh adaptasi banyak dan Ryuji Utomo waktu bermain di Thailand,” imbuhnya.

Kini bapak satu anak ini bukan hanya menjadi agen pemain sepak bola namun ia merambah menjadi agen pemain basket. Beberapa klub IBL di Indonesia para pemainnya berasal dari tangan Gabriel Budi. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar