Siapa Dia

Sukarni, Pejuang Kemerdekaan yang Sering Luput dari Ingatan

Sumber foto https://direktoratk2krs.kemsos.go.id/pahlawannasional

Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki bulan Agustus merupakan momen yang pas untuk mengenang tokoh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya yaitu Sukarni Kartodiwirjo.

Lahir di Blitar, 14 Juli 1916, Sukarni adalah sosok yang kritis dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Bisa dikatakan, Sukarni termasuk dalam golongan pemuda yang giat, penuh semangat, dan tidak takut bahaya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Asrama Menteng 31 menjadi saksi bisu persiapan Sukarni dan teman-temannya untuk menghadapi Indonesia merdeka yang dapat terjadi kapanpun. Ketika mendengar kabar kekalahan Jepang oleh sekutu pada 15 Agustus 1945, seperti yang kita tahu golongan pemuda mendesak golongan tua untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana yang tidak ingin lama-lama memutuskan untuk membawa Soekarno-Hatta keluar dari Jakarta yang kemudian kita kenal dengan sebutan Peristiwa Rengasdengklok.

Sumber foto https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soekarni

Ahmad Soebarjo dari golongan tua menemui Sukarni di Rengasdengklok untuk meyakinkan Sukarni bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan syarat Soekarno-Hatta harus dibawa kembali ke Jakarta.

Upaya tersebut berhasil dan kemudian mereka mengadakan rapat penyusunan proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Terbentuklah panitia kecil yang terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Sayuti Melik, dan Sukarni.

Teks proklamasi kemerdekaan ditulis oleh Soekarno berdasarkan kata-kata yang didiktekan oleh Hatta. Selesai menyusun teks proklamasi tersebut, mereka membawanya ke tempat para anggota lainnya menunggu. Sukarni mengusulkan penandatanganan teks proklamasi hanya oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

“Bukan kita semua yang harus menandatangani naskah itu. Cukuplah dua orang saja yang menandatangani atas nama bangsa Indonesia yaitu Bung Karno dan Bung Hatta,” catat Seri Pengenalan Tokoh: Sekitar Proklamasi Kemerdekaan (2010: 191).

Setelah Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945, Sukarni membentuk Comite Van Actie (panitia gerak cepat) yang bertugas menyebarkan kabar kemerdekaan ke seluruh Indonesia. Sukarni berpendapat sesungguhnya kemerdekaan harus sepenuhnya dilakukan atas perjuangan bangsa Indonesia bukan atas perjanjian atau pemberian kolonial Jepang.

Pada tahun 2014, tepatnya tanggal 7 November, Sukarni Kartodiwirjo baru mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar