Siapa Dia

Bahaya Sampah Impor

Siswi SMPN 12 Gresik Jadi Tamu Khusus Dubes Jerman dan Australia

Gresik (beritajatim.com) – Aeshnina Azzahra (12) siswi SMPN 12 Gresik, tidak menyangka surat yang berisi soal kondisi lingkungan, limbah plastik mengantar dirinya menjadi tamu khusus Dubes Jerman, dan Australia.  Suratnya direspon dan kedua Dubes ingin bertemu langsung.

Nina, sapaan akrabnya di usia yang sangat belia bisa jadi. Minggu-minggu ini merupakan hari yang tersibuk. Seminggu sebelumnya baru selesai pameran ‘daur ulang sampah’. Bahkan hari berikutnya banyak dihabiskan di sekolahnya melakukan observasi lapangan sebelum akhirnya memenuhi undangan Dubes Jerman dan Australia yang berada di Jakarta.

“Di kantor kedutaan tersebut saya menyampaikan segala persoalan. Utamanya ribuan ton sampah yang dikirim ke Indonesia,” ujarnya, Kamis (23/01/2020).

Sewaktu di Jakarta, Nina banyak cerita  permasalahan limbah plastik yang banyak mencemari lingkungan di sekitarnya, termasuk beragam jenis satwa sekalipun. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo hingga Gresik.

“Imbas banyaknya sampah kiriman di wilayah ini, dampak yang ditimbulkan luar biasa,” papar Nina.

Dia mengaku perjuangan memerangi sampah bukan hanya urusan mudah. Sebab, sampah kiriman dari luar negeri sudah menjadi komoditas ekonomi.

“Saya pernah melakukan observasi di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Ternyata disana banyak tumpukan sampah impor,” ujarnya.

Sampah-sampah seperti sampah plastik, botol, sepatu bahkan plat nomor kendaraan asal luar negeri juga ada. Kondisi tersebut membuktikan bahwa daratan Indonesia mulai menjadi tempat sampah raksasa bagi negara-negara maju. Sehingga, hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk memerangi pencemaran sampah. Dengan cara bersurat sekaligus bertemu ke pihak yang bersangkutan.

“Ada tiga surat yang saya kirim ke tiga negara. Mulai dari Jerman, Australia, dan Amerika Serikat. Dari semua surat tersebut negara Amerika Serikat merespon pada Juli 2019,” ungkapnya.

Siswi SMPN 12 Gresik itu, juga berencana berkirim surat ke negara Belanda. Berharap suratnya itu bisa direspon.

Bagi Nina, pengetahuannya tentang lingkungan juga tak lepas dari dukungan kedua orangtuanya, yang juga aktif bergerak didunia lingkungan. Putri dari pasangan Prigi Arisandi dan Daru Rini itu aktif mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan diberbagai daerah.

Selama bertemu dengan kedubes di Jakarta. Nina pun terpaksa libur dari sekolahnya. Rencanaya besok masuk sekolah. Dirinya juga bermimpi untuk membuat organisasi yang bergerak di bidang satwa supaya bisa berkeliling dunia menggunakan perahu layar.

“Kalau udah lulus SMA mau melanjutkan ke perguruan tinggi. Ambil jurusan kedokteran hewan,” tandasnya.(dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar