Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Sinden Muda Asal Magetan Harap Bisa Manggung Lagi Usai PPKM

Sinden Muda Pita Nuryani FOTO: Screenshot youtube channel Dalang Ki Putut Pudji Agusseno

Magetan (beritajatim.com) – Suara gending khas Jawa mengalun di bangunan mirip pendapa Desa Mategal, Parang, Magetan. Bukan suara sinden yang umumnya berusia 20 tahun, suaranya mirip seperti gadis muda.

Namun, tak kalah merdu dengan suara sinden profesional, suara Pita Nuryani memang khas meski dia masih tergolong muda dibanding sinden pada umumnya.

Siswi kelas XII SMA N 1 Parang itu, sudah kenalan dengan menyinden sejak kelas IV SD. Hobi Sugeng, sang ayah menular padanya. Kebetulan ayahnya hobi menyanyi campursari, meski tak terjun langsung dalam dunia seni.

Namun, sang ayah lah yang memberikan sedikit demi sedikit ilmu. Dia pun akhirnya bisa. ‘’Dan sempat ditunjuk untuk mewakili sekolah lomba nyinden di Kecamatan,’’ kenangnya.

Anak terakhir dari dua bersaudara itu lantas bergabung ke sanggar seni Sentaka Nada setelah mendapat juara dua kala itu. Dalam sanggar, dia mendapat banyak ilmu. Latihan seminggu dua kali. Dan tentunya bertemu dengan seniman seniman asal Magetan yang cukup mumpuni. ‘’Bertemu dengan dalang dalang muda Magetan,’’ katanya.

Pita Nuryani (paling depan) ketika menjadi sinden pagelaran wayang kulit Dalang Ki Putut Pudji Agusseno awal tahun lalu. (Pita for beritajatim.com)

Dua tahun berselang, bakatnya mulai terlihat. Hingga akhirnya, salah satu dalang muda Magetan, Ki Putut Pudji Agusseno mengajaknya untuk pentas bersama. Kala itu, tanggapan di salah satu hajatan warga Parang.

‘’Awalnya takut, malu, dan minder, karena ketemu sinden – sinden yang lebih professional,’’terangnya.

Sejak itu, dia terus menempa kemampuannya mengiringi pagelaran. Apa yang dipelajari di sanggar terus ditelateni. Sampai akhirnya, saat menginjak SMA, dia pun mulai dapat ilmu yang lebih. Kebetulan ada pelajaran karawitan yang didalamnya termasuk ada sinden. Sehingga, dia pun mendapatkan banyak dukungan dari sekolah. ‘’Di SMP dulu juga didukung, tapi jarang ada kompetisi, jadi saya fokus ke pagelaran wayangnya saja,’’ katanya.

Selama ikut pagelaran, dia memang kerap ketinggalan pelajaran, karena kerap tak masuk sekolah jika malamnya ikut pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.

Meski begitu, pihak sekolah tetap memberikan dukungan. Segala pelajaran Pita yang tertinggal dibantu gurunya. ‘’Guru-guru saya baik, bahkan sampai sekarang ada yang terus support saya, ketemu di sanggar,’’katanya.

Dia pun juga mulai belajar make-up. Di awal dia selalu mengandalkan sang ibu atau sang guru yakni Endang, salah satu guru SD di Kecamatan Parang. Sampai kini pun dia akhirnya sudah ahli dalam memberikan pulasan pada parasnya. ‘’Banyak ilmu yang bisa saya dalami semenjak ikut jadi sinden,’’ katanya.

Penghasilannya pun juga dijadikannya untuk biaya sekolah. Pita tak mau membeberkan berapa uang yang dia dapat sekali pentas. Namun, setidaknya dia sudah tak lagi menggantungkan biaya sekolah pada kedua orang tuanya. ‘’Alhamdulillah, bisa terbantu dengan upah hasil manggung,’’ katanya.

Namun, sejak masa pendemi, dia juga turut terdampak. Tanggapan banyak dibatalkan dengan alasan pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Waktu luangnya dia gunakan untuk terus belajar. Tak bisa ketemu sinden senior, dia akali dengan menonton pagelaran di Youtube. Kadang dia juga berlatih di sanggar meski jarang karena tak boleh ada kerumunan. ‘’PPKM memberikan dampak besar, tapi bagaimanapun saya tetap belajar,’’ katanya.

Pita yakin kalau suatu saat setelah pandemi selesai, pagelaran bisa kembali dilaksanakan. Dia pun terima jika harus ada protokol protokol yang harus ditaati. Lantaran, dia pun juga takut terkena Covid-19 jika tak taat prokes. Mengingat saat tanggapan banyak warga yang pasti berkerumun. ‘’Kebetulan didukung dari dinas terkait, ada pertunjukan virtual,’’ terangnya.

Setelah lulus, dia ingin berlanjut belajar seni. Institut Seni Indonesia Surakarta. Kebetulan Sugeng dan Boinem, sang ibu sudah merestui. Selama di SMA dia akan memperdalam belajar tembang. Lantaran, kini belum semua tembang dia kuasai. ‘’Banyak yang masih harus saya pelajari, dari sinden sinden yang senior pun saya juga masih terus minta nasihat,’’ katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar