Siapa Dia

Miliki 46 Cucu dan 79 Cicit

Rajin Baca Istighasah, Rahasia Mbah Kamsinah Bisa Berusia Satu Abad

Jombang (beritajatim.com) – Siti Kamsinah atau Mbah Kamsinah duduk di kursi ruang tamu rumahnya. Layaknya orangtua, rambutnya perempuan ini sudah memutih, kulitnya juga keriput. Namun demikian, warga Dusun Bajang, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Jombang ini dengan telaten menyalami setiap tamu yang datang.

Itulah yang dilakukan Mbah Kamsinah selama lebaran. Dia menyambut semua tamu yang datang ke rumahnya untuk silaturahmi dan meminta maaf kepada yang lebih tua. Tidak jarang, perempuan dengan delapan anak ini tertawa renyah ketika ada sesuatu yang lucu.

Tidak jarang pula dia menanyakan setiap tamu yang datang. Suaranya agak keras. Karena pendengaran Kamsinah memang sudah mulai menurun dimakan usia. Namun dia masih hafal dengan para tetangganya itu. Padahal usai Mbah Kamsinah sudah satu abad lebih. Menurut keluarganya, dia dilahirkan pada 1918. Saat Indonesia dalam cengkeraman kolonial Belanda.

“Ya seperti ini selama lebaran. Beliau masih semangat menemui para tamu. Meski usianya sudah 120 tahun, namun masih sehat. Hanya pendengaran dan penglihatan beliau yang mulai menurun,” ujar Siti Aisyah, anak bungsu Mbah Kamsinah, Selasa (11/6/2019).

Siti mengatakan, usia sang ibu sekitar 120 tahun. Namun berdasarkan data kependudukan, Kamsinah dilahirkan pada 12 Januari 1918 atau 101 tahun. Data tersebut, lanjut Siti kurang akurat, karena dicatat sesuai perkawinan Abdul Karim dengan Kamsinah.

“Bapak saya (Abdul Karim) meninggal pada tahun 1992. Sebenarnya usai Ibu (Kamsinah) lebih dari 101 tahun. Karena yang tercatat tanggal kelahiran itu sebenarnya usai pernikahan beliau. Usianya saat ini sekitar 120 tahun,” ujar Siti.

Anak bungsu dari delapan bersaudara ini mengungkapkan, meski usia sang ibunda sudah satu abad lebih, namun senantiasa diberi kesehatan. Kamsinah masih kuat berjalan. Masih hafal dengan anak dan cucunya. Hanya penglihatan dan pendengaran Kamsinah yang akhir-akhir ini mulai menurun.

Apa resep kesehatan Kamsinah? Menurut Siti, tak ada resep khusus yang dipraktikkan oleh sang ibunda. Yang Siti tahu, ibunya adalah seorang penyabar dan dikenal rajin membaca doa istighasah selama hidupnya. “Itu saja (sabar dan gemar istighasah). Tidak ada resep khusus,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dusun Bajang Sugianto. Menurutnya, sesuai data kependudukan di desa, Kamsinah dilahirkan 101 tahun lalu. Selama ini, menurut Sugianto, tidak ada permasalahan serius dengan kesehatan nenek 46 cucu tersebut.

“Kami dari desa selalu memantau dan siap memberikan bantuan jika ada keluhan dengan kesehatan beliau. Namun Alhamdulillah hingga saat tidak ada keluhan serius terkait kesehatan Mbah Kamsinah. Baliu sehat meski usainya satu abad,” ungkap Sugianto. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar