Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Praktisi Media Surabaya Sirikit Syah Meninggal Dunia, Tulis 18 Buku Sepanjang Hidupnya

Pemerhati media, Dr Hernani Sirikit Syah

Surabaya (beritajatim.com) – Dunia jurnalistik di Indonesia khususnya di Jawa Timur Berduka.

Pemerhati media, Dr Hernani Sirikit Syah meninggal dunia di Surabaya dalam usia 62 tahun. Sirikit menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Haji Sukolilo, Surabaya pada pukul 06.30 WIB, Selasa (26/4/2022).

Perlu diketahui, Sirikit Syah meninggal dunia usai berjuang melawan kanker payudara yang ia derita sebelumnya.

Kabar meninggalnya Sirikit disampaikan langsung oleh pihak keluarga, Saat beritajatim.com ke rumah duka di kawasan Rungkut Asri dipenuhi karangan bunga ucapan duka cita dari para tokoh media di Indonesia.

Ratna Puspita Sari, Dosen Stikosa-AWS yang bekerja bersama selama 8 tahun bersama Sirikit menjelaskan jika Sirikit adalah sosok yang pantang menyerah sebelum mencoba sesuatu.

Ia teringat, ketika diantara tahun 2013-2014, Sirikit mendapatkan program sandwich ke Australia, namun naas, saat itu juga ia divonis kanker payudara oleh dokter dan harus menjalani operasi.

“Saya lupa tahun pastinya, tapi saat itu semangat bu Sirikit membuat saya terharu. Kami paham kondisinya tidak memungkinkan untuk berangkat, tetapi beliau dengan semangatnya tetap menjalani program tersebut,” ujar Dosen Stikosa-AWS ini.

Perlu diketahui, Hingga akhir hayatnya, ibu dua anak tersebut terus menghabiskan waktu untuk menulis dan mengajar di beberapa sekolah menulis dan kampus.

Bahkan, Dedikasinya untuk ilmu komunikasi dan jurnalistik Indonesia diakui hingga mancanegara. Sirikit tercatat pernah memperoleh fellowship media dan jurnalistik di luar negeri. Beberapa negara yang pernah menjadi tempat pelatihannya, yakni Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Choirul Anam tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Di rumah duka, ia hanya bisa berpesan kepada tamu yang melayat agar bisa memaafkan istri tercintanya tersebut.

“Maafkan ibu, ya. Mohon bantu ikhlasnya dan doakan yang terbaik,” ujar suami mendiang, Choirul Anam saat ditemui di rumah duka.

Sirikit syah pernah berkarir sebagai wartawati di Surabaya Post, RCTI, SCTV, The Jakarta Post, CNN dan pernah memimpin redaksi The Brunei Times. Selain itu, Sirikit juga pernah mengajar di beberapa perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikosa) Almamater Wartawan Surabaya (AWS).

Selain itu, semasa hidupnya, Sirikit telah menerbitkan 18 buku, di antaranya tiga kumpulan cerpen Harga Perempuan, Sensasi Selebriti, Lelaki dari Masa Lalu, Cancer and Me dan Tahun 2010 Sirikit menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai seniman berdedikasi.

“Beliau ini penyemangat bagi mereka yang di dekatnya. Siapa saja pasti didorong untuk berani. Ilmunya bagi kami luar biasa demi kemajuan pers,” ujar Suprihatin, Wakil Ketua II Stikosa-AWS (Almamater Wartawan Surabaya) di rumah duka.

Sirikit dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Sukolilo Surabaya, pukul 12.00 WIB selepas disolatkan di masjid lingkungan kediaman. Selamat jalan Sirikit Syah, jasa dan karyamu akan selalu dikenang! (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar