Siapa Dia

Perempuan Pendiri Arek Lintang Ini Masuk 80 Leaders Terbaik Dunia

Surabaya (beritajatim.com) – Yulianti Umroh, namanya tentu tidak asing bagi aktivis anak dan perempuan di Indonesia. Ia merupakan pendiri ALIT atau Arek Lintang yang merupakan Orginasasi Non Pemerintah atau LSM yang bergerak dibidang pemberdayaan anak dan wanita.

Yulianti terus membantu mempromosikan kondisi anak-anak marginal seperti anak jalanan, anak-anak dari daerah miskin di tengah kota dan daerah terpencil melalui misi keluarga adalah untuk mempromosikan kondisi anak-anak marginal seperti anak jalanan, anak-anak pedesaan dan daerah terpencil, anak-anak dari kelompok minoritas. Melalui pengembangan pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan partisipasi anak, dan advokasi kepada pemerintah lokal dan nasional.

Yulianti Umroh pernah bergabung dengan IVLP (Internasional Visitor Leadership Program) yang merupakan program utama pertukaran profesional yang telah diselenggarakan oleh Department of State (DoS) Amerika sejak tahun 1940.

Melalui kunjungan singkat ke Amerika Serikat, para peserta akan berdiskusi langsung dengan counterparts Indonesia telah berpartisipasi pada program IVLP.

Yulianti Umroh Pendiri Arek Lintang

 

Saat ini, Yulianti bersama ALIT telah berkembang dan dapat dijangkau oleh komunitas di beberapa wilayah di seluruh Indonesia dan komunitas internasional. “Kami bekerja sama dengan banyak pihak dalam menjalankan misi kami seperti dengan pemerintah Indonesia, LSM lain, organisasi internasional, universitas, media pers, badan PBB, dan beberapa kelompok swasta,” kata Yulianti.

Terkait kiprahnya yang luar biasa dalam perlindungan dan pemberdayaan anak, ia kemudian terpilih menjadi salah satu dari 80 Leaders of Exchange The World 2020 oleh IVLP dari 225.000 leaders partisipan yang telah tergabung dengan IVLP.

Bertajuk #FaceOfExchange: 80 Leaders of IVLP, pemberian award ini jatuh kepada mereka yang dipandang penggerak original di tiap tiap negara dan untuk ini hanya ada 2 orang yang mewakili Indonesia, yakni Sri Mulyani (Menteri Perekonomian Indonesia) dan Yulianti Umroh dari ALIT.

Terkait hal itu, Umroh mengaku bersyukur bahwa apa yang ia kerjakan bersama sama di ALIT mendapat apresiasi dan perhatian dari dunia Internasional. Yulianti pun menceritakan bagaimana ia mendapat gelar dan award tersebut, bahwa dirinya mendapat email terkait visi misi dan pengelaman yang ia dapat saat leaders exchange di Amerika.

“Saya pikir ini bukan lomba ya, saya hanya disuruh isi form email, kemudian ada wawancara tentang pandangan saya dan masa depan dunia serta apa yang saya bisa lakukan untuk itu. Ternyata dari situ diambil 80 terbaik dunia untuk dipaparkan begitu di situs resmi pemerintah Amerika Serikat dan nama saya tercantum sebagai salah satu alumni terbaik dunia dari Indonesia,” kisahnya kepada beritajatim.com, Jumat (25/9/2020).

Ia pun merasa bersyukur karena tidak semua negara, leadernya masuk ke dalam 80 Face Exchange tersebut. Ia menghighlight bahwa yang berkesan baginya merupakan apresiasi pemerintah Amerika Serikat kepada penggerak dan aktivis kemanusiaan.

“Saya tidak dapat apapun secara finansial, tapi yang menarik adalah bagaimana pemerintah Amerika mendukung dan menghargai usaha usaha yang aktivis lakukan di negara masing masing. Menurut saya itu poin yang sangat besar dari hidup saya bukan seberapa besar hadiah materi yang bisa didapat,” ujar Yulianti.

Yulianti mengatakan bahwa dengan ditetapkan sebagai satu dari 80 Leaders terbaik dunia, ia hanya ingin terus mengembangkan ALIT dengan visi dan misi yang telah dicanangkan

“Bagimana mengembangkan ALIT perannya lebih bermanfaat lagi tidak hanya bagi anak anak dan keluarganya lebih banyak anak anak di Indonesia, tapi juga di dunia. Karena pengalaman, temuan dan analisis strategi  yang telah dikembangkan ALIT mungkin bisa menjadi lesson learn,pikiran dan skill baru bagi negara lain untuk menyelamatkan anak anak dari belahan dunia dari ilmu dan pengalaman kami,” pungkasnya. [adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar