Siapa Dia

Penyanyi Remaja Asal Surabaya Ini Hipnotis Milenial Dengan Lagu To Die For

Penyanyi remaja asal Surabaya,Wedananda Mahawira Ciptawan.

Surabaya (beritajatim.com)  – Kondisi pandemi COVID-19 rupanya tak menyurutkan geliat musik di Indonesia. Bermunculan musisi baru menyemarakkan blantika musik Indonesia. Salah satunya penyanyi remaja asal Surabaya,Wedananda Mahawira Ciptawan.

Penyanyi berparas mirip dengan Oppa Korea ini tengah meluncurkan single berjudul ‘To Die For’. Sebuah lagu yang ditulis oleh vokalis ternama, Rian D’Masiv.

Weda, penyanyi asli berusia 15 tahun ini mengaku sangat cocok dengan lagu ciptaan Rian. Sebab, lagu bertajuk percintaan remaja itu relate dengan kisah masa lalunya. Nah, di dalam lagu sendiri menceritakan tentang anak muda yang bucin sama seseorang tapi belum tahu cintanya diterima atau tidak.

“Dulu kelas 7 (SMP) sekarang kan kelas 9,  aku sempet suka sama seseorang. Jatuh cinta. Berusaha segala cara. Anggapannya sampai mati kan ku kejar. Pas lagi suka-sukanya ternyata meleset,” ujarnya sambil tersenyum.

Terkait proses pembuatannya, Weda mengaku turut andil memberi judul lagu. Mulanya, judul-judul yang ada berbahasa Indonesia. Karena lirik lagunya sendiri memang bahasa Indonesia. Tapi, remaja yang juga bakat akting ini mengusulkan ke Rian supaya memakai judul bahasa Inggris.

“To Die For ini aku yang ngasih judul. Sebenarnya susah cari judulnya, bahasa Indonesia semua. Terus kepikiran bahasa inggris, ngomong ke Om Rian ternyata setuju,” kata dia.

Penyanyi remaja asal Surabaya,Wedananda Mahawira Ciptawan.

Sementara itu, Rian mengaku tahu adanya potensi dalam diri Weda ketika syuting salah satu film. Waktu itu, dia menyempatkan berbincang dengan Weda, ternyata nyambung. Kemudian mendengarkan Weda bernyanyi, suaranya diakuinya bagus.

“Besoknya ngobrol lagi sambil cari inspirasi. Pagi dapat inspirasi, aku tawarkan lagu ke Weda. Dia dengerin dan suka,” ungkapnya.

Lantaran cocok, Rian mengajak Rayen Pono untuk menggarap serius lagu ini. Nah, di sini Rayen sebagai Direktur Musik. Dia cukup kagum dengan Weda, karena hanya butuh waktu 5 jam, proses rekamannya sudah selesai. Padahal selama rekaman, dia mengaku memberi pressure ke Weda.

“Pressure penyanyi supaya tahu aslinya. Karena musik itu di dalam darah. Kalau lagu pertama gak bisa nyanyi gak usah diterusin. Aku pressure Weda biar keluar dari zona nyaman. Malah bisa keluar aslinya. Kreditnya semua untuk Weda,” ungkapnya lantas bertepuk tangan.[way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar