Siapa Dia

Pemain Sepak Bola Asal Gresik Jadi Kapten Timnas U-15

Rendy Akbar kakak kandung Marcel Januar Putra menunjukkan foto adiknya saat berseragam SSB Petrogres

Gresik (beritajatim.com) – Sepak bola Gresik tidak kering prestasi. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Marcel Januar Putra pemain asli Gresik, yang kini menjadi kapten timnas U-15 di ajang Piala AFF 2019.

Pemain yang menempati center bek itu, selalu menjadi pilihan utama pelatih Bima Sakti. Marcel merupakan jebolan Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrogres. Kelebihan pemain tersebut selain piawai di lapangan hijau,l juga patuh dan hormat terhadap orang tuanya. Sehingga, kerap kali selalu berkomunikasi sebelum maupun sesudah bertanding. Khususnya, terhadap ibunya Siti Aisyah.

Menurut kakak kandungnya Rendy Akbar, sebelum bertanding melawan Filipina, adiknya sudah menghubungi ibu sama bapak. Tujuannya minta doa restu.

“Adik saya itu sangat dekat dengan ibu. Wajar kalau usai bertanding selalu menelpon,” ujarnya, Jumat (2/08/2019).

Marcel yang merupakan anak terakhir dari lima bersaudara itu juga dekat dengan kakaknya Rendy. Bahkan, yang pertama kali mengenalkan olahraga sepak bola adalah kakak kandungnya. Tidak jarang, kadang curhat terkait penampilannya di lapangan hijau.

“Curhatnya seputar penampilannya. Malahan saat main pertama kali di ajang Piala AFF sempat grogi. Sedangkan sewaktu melawan Timor Leste lebih banyak bercerita performanya di lapangan dan menyesal kok tidak bisa menang,” ungkapnya.

Sejak berkarier di sepak bola, anak kelima dari pasangan Ferry Kwitang dan Siti Aisyah itu selalu mendapat dukungan dari keluarganya. Sejak di SSB Petrogres, Indonesia Soccer Academy (ISA) bertanding ke Kinanbalu, Malaysia hingga lolos seleksi memperkuat Bali United U-16 di ajang Elite Pro Academy. Marcel selalu di-support oleh kedua orang tuanya.

Rendy menjelaskan usia adiknya masih sangat remaja. Tidak heran kalau mendapat perhatian khusus dari orang tua. Bukan hanya dirumah tetapi juga di media sosial. Malahan akun instagram Marcel selalu dipantau terutama jika ada perempuan yang berkomentar.

“Biasanya yang komentar langsung di direct massage (DM) sama Ibu. Bapak juga iku memantau medsos kok. Intinya biar Marcel fokus,” imbuhnya.

Darah sepakbola Marcel tidak mengalir dari ayahnya atau bahkan kakeknya. Dia hanya belajar sepakbola bersama temannya saat belum sekolah. Kemudian baru masuk SSB hingga berhasil tembus skuad Garuda Muda.

“Dulu kita satu komplek sama Dimas Drajat sebelum pindah kesini. Ya cuman main-main sepakbola saja tidak sampai perkuat klub. Ternyata jalannya Marcel bisa meneruskan main bola apalagi karirnya bagus sampai ke timnas,” tukas Rendy.

Sementara itu, guru olahraga SMPN 3 Khusaeri menuturkan, anak didiknya Marcel selalu mewakili sekolah saat bertanding di sepakbola maupun futsal.

“Olahraga jelas bagus, selalu bawa nama sekolah juara,” tandasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar