Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Pasca Kasus Pengaturan Skor, Perbasi Jawa Timur Akan Perketat Kinerja Wasit Basket

Ketua Perbasi Jawa Timur, Grace Evi Ekawati

Surabaya (beritajatim.com) – Dampak kasus pengaturan skor di Kompetisi Basket profesional, Perbasi Jawa Timur akan memperketat saat wasit mengambil lisensi. Menurut Ketua Perbasi Jawa Timur, Grace Evi Ekawati mengatakan akan ada langkah konkrit pembentukan karakter perangkat pertandingan yang lebih baik.

Hal itu tidak terlepas dari sasaran sektor psikologi dimana pihaknya akan membangun karakter kepada para wasit yang ada di Jawa Timur.

Para pengurus Perbasi di seluruh Jawa Timur menyepakati untuk perubahan itu, bukan hanya dari segi pembelajaran pendidikan wasit saja yang dipelajari namun dari sisi psikologi juga penting supaya mereka tahu bagaimana bersikap yang bagus untuk memimpin pertandingan yang benar.

“Belajar dari kasus kemarin, Dalam kursus kepelatihan kami sisipkan materi attitude. Di wasit juga, pemain apalagi. Artinya ini sudah kami siapkan dengan baik. Supaya Jatim tetap terjaga. Kami melihat ketika ada kejadian tersebut, ada miss komunikasi apa, makanya saya semaksimal mungkin menjalin hubungan yang baik dengan semuanya. Karena tidak boleh Jatim sampai diblok. Sehingga wasit Jatim yang dikirim mendapat batasan karena ada kesalahpahaman satu yang bikin rusak semua,” ungkap wanita yang kerap di sapa mama Evi ini, Jumat (4/2/2022).

Maka jangka terdekat, Perbasi Jawa Timur akan memperbaiki diri, pasalnya tidak sedikit wasit dari Jawa Timur yang memimpin pertandingan di IBL, artinya jika dibenahi lebih baik lagi tentu sinergi akan berbuah baik.

“Jika kita membenahi kinerja wasit akan banyak kesempatan untuk wasit Jawa Timur yang akan di pasang di setiap pertandingan, makanya kita ada kesempatan memperbaiki diri. Coba lihat buktinya kemarin wasit IBL dari Jatim berangkatnya juga banyak,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, rencananya untuk wasit yang berlisensi akan dikumpulkan dan diberi wadah untuk bertukar pikiran berdiskusi apa kekurangan wasit selama ini.

“Rencananya dalam waktu dekat teman-teman pengurus nanti di bulan ini akan ada sarasehan wasit kami akan mengobrol bareng, membangun chemistry, kompak dan maju bareng. Para pelatih nanti juga akan ada sarasehan untuk sharing di setiap wilayah. Dimana setiap wilayah sudah kami tunjuk role model-nya untuk membuat sarasehan, diskusi bareng. Karena semua pengetahuan harus tumbuh. Dan sekarang sudah banyak keinginan untuk bangkitnya pelatih, wasit. Tinggal menyentuh pemain. Karena kami masih harus memperbaiki dulu masalah yang besar ini yang menjadi pilar. Nanti setelah beres, baru masuk ke pemain,” tutup Evi.

Sebelumnya kasus pengaturan skor ditemukan dalam kompetisi Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021. Enam pemain sudah dinyatakan terbukti terlibat praktik tersebut dan dihukum.

Lima dari pemain itu berasal dari klub Pacific Caesar Surabaya, yaitu Aga Siedartha, Arisanda, Gabriel Senduk, Yoseph Wijaya, dan Aziz Wardhana. Sedangkan satu pemain dari Bali United Basketball, Yerikho Tuasela.[way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar