Siapa Dia

Usai Dilantik Jadi Dokter Spesialis

Pasangan Dokter Ini Rela Mengabdi di Daerah Kepulauan Riau

Pasangan lulusan dokter spesialis kandungan bersama Dr Eighty, Dosen Spesialis Kandungan

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) hari ini kembali melantik sebanyak 84 dokter spesialis, Selasa (22/12/2020).

Pelantikan Dokter spesialis ini dilangsungkan secara daring dan luring, yakni 44 lulusan secara daring dan 40 lulusan secara Luring. Pelantikan ini pun dipimpin langsung oleh Dekan FK Unair Prof Dr Budi Santoso dr Sp OG (K). Proses pelantikan pun dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat agar menghindari terjadinya cluster Covid-19 baru.

Dalam pelantikan dokter spesialis tersebut Prof Budi berpesan kepada para lulusan untuk tidak berhenti belajar meski telah menjadi seorang spesialis.

“Tetaplah mengedepankan proses belajar secara terus menerus, selesai dilantik bukan berarti berhenti proses belajar tetapi malah menjadi awal baru. Terlebih lagi agar dokter lulusan kita mampu bersaing dengan dokter asing yang akan segera hadir di Indonesia,” pesan Prof Budi.

Selain itu, Prof Budi pun menekankan pentingnya untuk para lulusan tersebar ke seluruh wilayah Indonesia, agar daerah daerah dapat memiliki dokter spesialis.

“Kita harus memacu semua lulusan untuk tersebar, agar daerah terpencilpun dapat tersentuh dokter spesialis. Untuk itu pemerintah daerah harusnya memberikan suatu hal yang sifatnya menarik agar menstimulus lulusan dokter spesialis untuk tinggal disana,” ungkapnya.

Menyambut anjuran Dekan FK, dr Sonny Fadli Sp OG dan dr Zettira Maulida Sp OG, yang merupakan lulusan dokter spesialis kandungan yang dilantik hari ini pun menyatakan diri siap untuk mengabdikan diri di Kepulauan Anambas Riau.

dr Sonny dan dr Zettira yang merupakan pasangan suami istri ini pun sengaja mencari dan memilih daerah kepulauan timur untuk mengabdikan diri. Sebelumnya dr Sonny menceritakan sempat mencari informasi kuota dokter spesialis kandungan di Papua, tetapi kuota tersebut telah terisi penuh, hingga akhirnya ia dan sang istri mendapat kesempatan mengabdi di Kepulauan Anambas Riau.

“Sempat cari cari ke Papua yang bisa 1 kabupaten 2 dokter spesialis ternyata di Papua sudah penuh. Saya cari cari informasi ke Riau, ternyata ada. Ini bukan program dari Kemenkes, ini saya ikut langsung kontrak dengan pemerintah daerah setempat, alhamdulillah bisa 1 kabupaten 2 dokter kandungan sekaligus,” terang dr Sonny.

Di Kepulauan Anambas, dr Sonny dan dr Zettira tidak mengabdi di satu rumah yang sama melainkan berbeda kecamatan yang berjarak sekitar 30 Km jauhnya. Meski demikian, sejoli dokter ini tetap ikhlas dan antusias mengabdikan diri di daerah.

“Memang sengaja cari di daerah, karena kami suka jalan-jalan dan menarik saja hidup di Kepulauan, yang penting bisa bersama sama juga,” ungkap Dr Zettira. [adg/but]

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar