Siapa Dia

HUT Ke-39 Satpam Indonesia

Para Srikandi dengan Profesi Beresiko Tinggi

Pamekasan (beritajatim.com) – Bekerja dengan resiko tinggi dan penuh tanggungjawab, merupakan salah satu tugas pokok yang harus dijalani seorang petugas Satuan Pengamanan alias Satpam di berbagai lokasi kerja.

Sekalipun penghasilan mereka relatif kurang (di bawah standar UMK), serta tidak sebanding dengan resiko tinggi maupun tanggungjawab besar yang harus mereka hadapi di setiap kesempatan.

Salah satunya diungkapkan Salah satu Satpam BCA Pamekasan, Erika Sartika. Satpam perempuan tersebut mengaku cukup menikmati tugas dan tanggungjawab yang harus dijalani setiap jam kerja.

“Pertama kami sangat bersyukur dengan pekerjaan yang sedang kami jalani (sebagai satpam), sekalipun penuh dengan resiko dan tanggangjawab harus kami hadapi dengan tegar,” kata Erika Sartika pasca merayakan HUT Ke-39 Satpam di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Senin (30/12/2019).

Ia mengakui banyak pengalaman berharga yang dialaminya selama menjadi satpam sejak tujuh bulan terakhir. Semuanya dirinya nikmati sebagai bentuk kecintaan dan dedikasi terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab yang harus dijalani.

“Memang selama ini, kami belum mendapat tantangan berarti saat bertugas. Hanya saja ada beberapa tantangan saat menghadapi warga yang terbilang sangat beragam, tetapi hal itu kami jalani dengan penuh kecintaan,” ungkapnya.

Dari itu, pihaknya berharap momentum HUT Ke-39 Satpam 2019 dapat menjadi lebih baik. “Tentunya kita berharap yang terbaik, semoga lebih baik kedepannya,” harap satpam berparas ayu asal Kolpajung, Pamekasan.

Hal senada juga disampaikan Lailatul Nisfi, Satpam perempuan yang bertugas di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, juga mengaku sangat menikmati profesi sebagai satpam yang sudah dijalaninya selama tiga tahun terakhir.

“Selain menjalankan tugas sebagai satpam, tentunya kami juga dapat mengabdikan diri kepada masyarakat. Sekaligus terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi berharap berkah dan barokah,” ungkap perempuan asal Veteran, Pamekasan.

Tidak kalah penting, profesi dengan resiko tinggi dan tanggung jawab besar dengan penghasilan kurang. Diharapkan menjadi perhatian semua pihak, khususnya di lingkungan instansi kerjanya. “Harapannya tentunya dari aspek kesejahteraan rekan-rekan satpam, minimalnya sesuai UMK,” harapnya, sambil tersenyum.

Untuk diketahui, cikal bakal dan sejarah awal berdirinya Satpam di Indonesia, secara resmi dibentuk pada tanggal 30 Desember 1980 melalui Surat Keputusan Kapolri (saat itu dijabat Jenderal Polisi Awaloedin Djamin) yang mengeluarkan SKEP/126/XII/1980 tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan.

Selanjutnya setiap tanggal 30 Desember diperingati sebagai HUT Satpam di Indonesia. Selanjutnya, tanggal 30 Desember 1993 Kepolisian Negara RI mengukuhkan Jenderal Polisi (Purn) Prof DR. Awaloedin Djamin sebagai Bapak Satpam dengan mempertimbangkan jasa beliau sebagai pelopor serta tonggak berdirinya satpam di Indonesia.

Bahkan hingga saat ini, sosok Prof DR. Awaloedin Djamin juga selalu memberikan motivasi dan penghargaan kepada orang-orang yang berkomitmen tinggi dalam memajukan harkat dan martabat satpam di industri keamanan. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar