Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Pandemi, Mantan Wartawan di Mojokerto Ini Sukses Buka Klinik Hewan

drh Khoirul Inayah saat merawat kucing-kucing di Griya Fauna.

Mojokerto (beritajatim.com) – Griya Fauna milik drh Khoirul Inayah di Griya Wikarsa Baru No 3 Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto buka mulai Juli 2020 lalu. Ini setelah bisnis mantan wartawan salah satu koran harian di Mojokerto hancur karena pandemi Covid-19.

“Kalau boleh saya sampaikan, inilah berkah dari pandemi Covid-19. Saya berpikir untuk membuka bisnis rumah hewan ini sejak merebaknya pandemi Covid-19 Maret 2020 lalu. Bisnis saya ini hancur berkeping-keping karena adanya pandemi Corona,” ungkapnya, Rabu (23/11/2021).

Masih kata dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 1999 ini, sejak bisnis yang lain hancur lebur bahkan berkeping-keping dilanda Covid-19, ia berpikir ulang. Ia mencari potensi dari dalam dirinya yang belum dikembangkan. Setelah menekuni dunia jurnalis delapan tahun, ia kembali ke habitatnya sebagai pencinta hewan.

“Ijazah saya yang ‘nganggur’ selama 20 tahun di lemari karena tidak saya pakai. Kemudian saya memanfaatkan anak-anak di rumah saya mengurus perizinan, menyiapkan tempat obat-obatan hewan, alat, ikut webinar, membeli buku-buku literatur, pokoknya belajar, belajar dan belajar. Kata teman-teman saya gas pol pokoknya,” katanya.

Meskipun ia menyandang gelar kesarjanaan, namun ia mengaku masih butuh adaptasi. saat jadi wartawan pegang pulpen, keyboard laptop, namun sekarang pegang jarum suntik, stetoskop, termometer dan alat-alat bedah. Dan yang ditangani adalah nyawa hewan kesayangan pemilik yang begitu sangat mencintai hewan kesayangannya tersebut.

“Saya tidak boleh salah diagnosa, tidak boleh salah memberi obat, tidak boleh salah melakukan tindakan, tidak boleh salah terapi dan lain-lain. Selain berkah pandemi, sebenarnya saya sejak lulus kuliah, bahkan sejak saya masih menjadi wartawan saya pernah berujar pada diri saya sendiri, suatu saat ketika saya sudah 40 tahun ke atas, ketika saya sudah pensiun, saya ingin membuka praktik dokter hewan,” ujarnya.

drh Khoirul Inayah saat merawat kucing di Griya Fauna.

Selain mewujudkan mimpi, lanjut Inayah, selain itu ia juga ingin menunjukkan pada orang tua bahwa apa yang diusahakan dulu untuk biaya kuliah bisa ia amalkan. Ditambah dukungan suami dan anak-anak karena bisnis yang ia bangun ia dirikan di rumahnya sehingga tidak mengurangi waktu bersama keluarganya.

“Selama 8 tahun di Radar Mojokerto, tahun 2004 saya menikah dan hamil anak kedua tahun 2009 saya resign. Fokus keluarga, tapi kemudian ditawari teman ngajar di sekolah milik teman hingga ditawari Kepala Sekolah. Suami sempat protes karena waktu untuk keluar kurang jadi hanya satu tahun. Tahun 2010 mendirikan BBC sewa gedung,” jelasnya.

Namun karena pandemi Covid-19 melanda pertengahan 2020 dan pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga tidak ada sekolah yang datang ke tempatnya. Tidak ada kunjungan ke pelatihan pengolahan susu miliknya sehingga ia pun mendirikan Griya Fauna.

“Karena pandemi tidak ada sekolah, tidak ada kunjungan karena kena PPKM. Mobil dijual untuk biaya hidup, dengan modal Rp 12 juta saya buat klinik di bulan Juli 2020. Saat ini, suami dan anak-anak mendukung karena bisnis yang saya tekuni ada di rumah. Jadi dekat dengan keluarga, alhamdulillah pandemi ini jadi berkah,” tuturnya.

Inayah menjelaskan, di Griya Fauna menerima opname, titip sehat, periksa kesehatan dan vaksinasi. Vaksinasi bagi hewan, lanjut Inayah, dilakukan satu tahun sekali. Griya Fauna ini mempunyai program ‘Mojokerto Bebas SCABIES’ dengan memberi pelayanan pengobatan gratis untuk kucing-kucing jalanan yang mengidap penyakit scabies. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar