Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Natha, Dalang Bocah Asal Ponorogo Suka Wayang Sejak Balita

Natha saat tampil di parade dalang bocah yang diselenggarakan di Pendopo Pemkab Ponorogo beberapa waktu yang lalu. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam kegiatan parade dalang bocah yang digelar di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo beberapa waktu lalu, ada satu dalang yang menarik perhatian.

Dalang bocah yang menatik perhatian itu adalah Natha Galih Pradipta. Meski masih berusia 9 tahun, namun Natha sudah sering tampil dari panggung ke panggung. Bahkan dalam acara parade dalang bocah itu, aksinya memainkan wayang kulit disaksikan langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Natha, yang saat ini duduk dibangku kelas 3 di SDN Prajegan itu, memilih Gatotkaca dan Werkudara sebagai tokoh wayang yang Ia sukai. Alasannya menyukai dua tokok yang merupakan anak dan bapak itu, karena mereka gagah.


“Suka Gatotkaca dan Werkudara, mereka gagah,” ungkap Natha, Sabtu (13/8/2022).

Natha saat tampil di parade dalang bocah yang diselenggarakan di Pendopo Pemkab Ponorogo beberapa waktu yang lalu. (Foto/Endra Dwiono)

Panggung di Desa Bedingin Kecamatan Sambit merupakan panggung pertama Natha menjadi seorang dalang bocah. Ketika itu, Ia masih kelas 2 SD, ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Wayang Nasional. Nah, sejak saat itulah, Natha mulai dikenal di dunia perwayangan di Kabupaten Ponorogo.

“Pertama kali tampil di panggung saat di Desa Bedingin Sambit, dalam acara peringatan Hari Wayang Nasional,” katanya.

Kesenangannya Natha pada wayang kulit itu ternyata sudah sejak balita. Di usia 3 tahun, Ia baru bisa tidur jika didengarkan suara wayangan. Hal itu disampaikan oleh Jemani, kakek Natha. Jemangin menyebut minat Natha terhadap dunia perwayangan ketika Natha sering melihat video pewayangan yang ada di televisi dan di youtube.

“Dulu waktu masih balita itu, disetelkan wayang dulu, baru Natha bisa tidur,” kata Jemangin.

Natha mulai bermain dalang-dalangan saat Jemangin membuatkannya mainan wayang dari bahan kardus. Karena mudah rusak saat digunakan, lantas Jemangin membuatkan lagi wayang dari bahan karpet, yang menurutnya lebih awet. Dari situlah Jemangin melihat ketrampilan Natha memainkan wayang mulai terlihat.

“Melihat potensi itu, orangtuanya kemudian memasukkan Natha ke sanggar milik Ki Dalang Sentho di Kecamatan Slahung,” kata kakek yang sudah berusia 60 tahun tersebut.

Di sanggar itulah Natha mulai mempelajari teks cerita dengan berbahasa Jawa. Ilmu yang didapatkan di sanggar, diasah lagi oleh Natha, saat berada di rumah. Tak lupa, saat di rumah, Jemangin juga ikut mendampingi cucunya latihan.

“Natha anaknya rajin, jadi belajarnya bukan hanya saat di sanggar. Saat di rumah pun Dia juga latihan,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev