Siapa Dia

Mujiana Kediri Sulap Pohon Bambu Jadi Aneka Kerajinan Anyaman dan Mebeler

Kediri (beritajatim.com) – Berkat kreatifitas, melimpahnya pohon bambu yang tak terpakai di sekitar rumah, seorang warga di Kabupaten Kediri, berhasil membuat beraneka produk mebel bernilai ekonomi tinggi yang bahannya semua terbuat dari bambu. Hasil karyanya yang eksotis ini, diminati konsumen di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Bali.

Jika dilihat sepintas, mungkin bambu memang tidak ada nilai ekonomisnya, tertumpuk bak sampah yang usang, namun di tangan Mujiana pengrajin mebel dari Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, bambu ini mampu diolah menjadi aneka mebel, gazebo, serta aneka anyaman yang eksotis.

Untuk dijadikan produk mebel, dengan dibantu seorang karyawannya bambu-bambu yang telah kering direndam dalam air khusus selama beberapa hari agar tidak mudah dimakan rayap maupun serangga sejenis, setelah direndam, bambu yang siap dipakai langsung dipotong sesuai ukuran untuk aneka jenis mebel.

Untuk membuat satu set mebel meja dan kursi potongan bambu kecil-kecil dilubangi untuk dirangkai menjadi sebuah kursi, agar lebih kuat setiap sudut kerangka kursi direkatkan menggunakan tali rotan, uniknya meski tidak menggunakan paku, namun mebel bambu ini sangat kuat, bahkan dibanding mebel kayu sejenisnya pengrajin menjamin prduknya bisa awet hingga 15 tahun.

Mujiana, pengrajin bambu mengatakan, usaha yang dirintis sejak 4 tahun terakhir ini awalnya terinspirasi oleh banyaknya pohon bambu di sekitar rumah yang tak termanfaatkan, dengan bekal nekat dan pengetahuan saat mengikuti diklat pembuatan anyaman di Magetan ini,selanjutnya Mujiana mengkreasikan bambu jenis ori untuk dijadikan mebel, hasilnya beragam jenis mebel pun kini berhasil dibuat dengan standart kualitas tinggi,sayang, meski diminati konsumen mancanegara dan luar pulau, ia tidak berhasil meneruskan, karena terkendala kurangnya tenaga kerja.

“Saya usaha ini sudah 5 tahun, berbekal mengikuti pelatihan membuat anyaman di Magetan, selaanjutnya mencoba membuat kreasi anyaman”.

Setiap bulan Mujiana mampu menghasilkan 4 set mebel meja kursi, tak hanya itu, produk mebel bambunya meliputi tempat tidur, meja prasmanan, gazebo, hiasan tempat bunga, pagar rumah, serta lampion. “Produknya beragam, mulai dari tempat buah, tudung hidang, lampion, bahkan saya juga menerima pesanan pembuatan rumah dari bambu, maupun rumah makan,” imbuhnya.

Untuk harga kreasi kerajinan anyaman dari bambu ini, Mujiana mematok harga mulai dari 2 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah, sementara untuk harga mebel mulai dari 2,5 juta hingga 3 juta rupiah, Gazebo dipatok harga 4 juta rupiah dengan kapasitas 4 hingga 6 orang, dan untuk harga rumah makan menyesuaikan ukuran.

Sayang meski produk mebel bambu cukup prospektif namun minimnya, warga untuk membuat kerajinan dari bambu, membuat Mujiana kesulitan mendapatkan tenaga kerja, bahkan dirinya telah melatih sedikitnya 60 orang, namun yang berhasil hanya 3 orang saja, sehingga jika mendapat pesanan banyak, Mujiana terpaksa menolaknya, pungkasnya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar