Siapa Dia

Mudianto Kepala SMKN 3 Surabaya Terima Satyalencana Pendidikan

Surabaya (beritajatim.com) – Peran Guru menjadi salah satu fokus utama dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidikan di Indonesia. Terkait hal itu, Menteri Nadiem menggenjot peran guru dengan pemberian apresiasi berupa penghargaan Satyalencana Pendidikan pada puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2019, Sabtu lalu.

Kabar gembira atas apresiasi itu datang dari Mudianto dari SMKN 7 Surabaya yang menjadi satu satunya perwakilan dari Jawa Timur dalam ajang tersebut. Mudianto pun berhasil mendapatkan Satya lencana Pendidikan dari Presiden Jokowi melalui Menteri Nadiem.

Mudianto meraih gelar tersebut dengan perjuangan panjang dari usahanya menggagas tiga program kerja utama di SMKN7 Surabaya. Tiga program tersebut yakni digital mindset, link and match dengn dunia usaha dunia industri (DUDI) dan ketiga adalah kewirausahaan.

“Saya selalu tekankan pada siswa dan guru bahwa inovasi dan kreatifitas ini menjadi prioritas. Sehingga apapun kegiatan ekstrakulikuler siswa tidak hanya sekedar kegiatan tapi juga harus menghasilkan sesuatu yang produktif. Tentunya apa yang sudah kita lakukan ini akan terus kita tingkatkan. Meningkatkan dari segi kuantitas dan kualitas apalagi di bidang kewirauhsaan,” ungkapnya, Kamis (5/12/2019).

Selain tiga gagasan besar itu, Mudianto pun mempersiapkan diri dengan sangat baik. Dirinya bahkan meminta para guru secara pribadi untuk menilai kinerjanya selama ini.

“Ada beberap tahapan verifikasi data yang harus saya lewati. Bahkan sebelum tim penililai datang untuk melakukan skrining dengan saya kumpulkan para guru dan staf SMKN 7 untuk menilai saya secara pribadi. Karena itu menjadi bekal untuk persiapan saya sebelum di skrining,” papar Kepala SMKN 7 Surabaya, Mudianto.

Penilaian lainnya yakni, kerjasama yang dia bangun dengan industri. Pihaknya bahkan mendirikan Pusat Pendidikan Kejuruan Terpadu (PPKT) yang merupakan tempat belajar semua kalangan. Baik guru, siswa, masyarakat ataupun industri.

“Prinsip kami guru tidak hanya menguasai satu bidang saja. Tapi juga di bidang lain. Dan tempat ini (PPTK) dibuat agar mereka juga bisa memanfaatkan kesempatan (belajar) yang ada didalamnya,” urainya.

Penilaian terakhir ada Teaching Factory (TeFa). Hampir setiap jurusan di sekolahnya telah mempunyai TeFa. Ada lagi, Himpunan siswa program keahlian (SPK) yang ditujukan untuk memperbanyak kemampuan dan keterampiln siswa dalam memiliki jiwa leadership, manajerial dan organisasi.

“Dan ini menjadikan jurusan punya jiwa kompetitif dalam berbagai kegiatan. Kegiatan kegitan itu yang kemudian mendapatkan apresiasi dari Presiden dan Mendikbud,” jabarnya.

Dikatakan Mudianto, apa yang telah diraihnya tersebut justru menjadi tantangan untuk semakin meningkatkan inovasi yang telah dilakukan. Selain itu, ia juga berharap bahwa apa yang didapatnya bisa memberikan inspirasi dalam hal inovasi dan kreatifitas bagi kepala sekolah, guru maupun siswa baik yang ada di SMKN 7 Surabaya atau sekolah sekolah lainnya.

Sebelumnya di tahun 2018, Mudianto juga meraih juara I Guru Berprestasi dengan program Sasi Saha (satu siswa satu usaha) yang diterapkannya di SMKN 3 Surabaya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar