Siapa Dia

Korban Gempa di Malang

Mistiyani Dengar Pemerintah Mau Bantu Rp 50 Juta tapi Tunggu Dulu

Mistiyani, warga Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Majang. Kondisi rumahnya hancur. Foto: Brama Yoga/ beritajatim.com.

Malang (beritajatim.com) – Hingga hari ke 10 Pasca gempa bumi di Kabupaten Malang, kondisi memprihatinkan masih terlihat di sejumlah pemukiman warga terdampak gempa. Salah satunya, di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Di tempat ini, ratusan rumah warga yang rusak masih belum dilakukan pembenahan atau perbaikan sementara. Pantauan beritajatim.com, Senin (19/4/2021) siang, kondisi reruntuhan bangunan masih memenuhi kawasan padat penduduk di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah.

Mistiyani (56), salah satu warga Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, mengaku, belum bisa membenahi tempat tinggalnya yang ambruk karena tidak punya uang.

“Belum bisa merenovasi lagi, nggak punya uang, Mas. Uang dari mana kita kalau suruh bangun rumah yang rusak ini,” ungkap Mistiyani, Senin (19/4/2021) siang.

Kata Mistiyani, ia bersama warga belum melakukan pembenahan rumah yang rusak akibat gempa bumi Sabtu (10/4/2921) lalu. “Kami disuruh menunggu. Katanya dapat bantuan Rp 50 juta. Suruh nunggu dulu sama petugas, sudah didata,” terangnya.

Bantuan Rp 50 juta itu, lanjut Mistiyani, ia dengar dari pemerintah dan akan diberikan pada warga yang rumahnya rusak berat. “Rumah saya rusak berat, itu rumahnya. Tapi disuruh menunggu, dapat bantuan Rp 50 juta. Sampai kapan menunggu, saya sendiri juga tidak tahu,” pungkasnya. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar