Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Menteri Sofyan Djalil, Lapangan Talangsari, dan Sepak Bola Timor Leste

Menteri ATR Sofyan Djalil (kanan) bersalaman Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember, Jawa Timur, memohon hibah lapangan sepak bola Talangsari untuk dijadikan kantor kepada pemerintah daerah. Namun Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil justru punya alasan sederhana untuk tak menyetujui keinginan BPN Jember tersebut.

“Pak Sofyan Djalil ternyata suka main sepak bola di lapangan desa sejak kecil. Beliau mengatakan, ‘sepakbola Indonesia bisa kalah sama Timor Leste suatu saat ini kalau lapangan-lapangan sepakbola berubah menjadi bangunan semua’,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Rabu (25/5/2022).

Sofyan mengatakan ini saat bertemu dengan Bupati Hendy Siswanto, Itqon Syauqi, dan tiga wakil ketua DPRD Jember, di kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Jakarta, Selasa (24/5/2022) kemarin. Permohonan hibah lapangan Talangsari memicu kontroversi di Jember dan bahkan sejumlah orang berunjukrasa menolak tempo hari.

Dalam pertemuan dengan menteri asal Aceh itu, Hendy mempresentasikan beberapa hal, salah satunya permohonan hibah BPN terhadap lapangan Talangsari. “BPN Jember menghendaki di sana (lapangan Talangsari). Saya teruskan. Saya tidak ingin BPN kecewa. Silakan buat surat. Perkara nanti DPRD tidak mau, tidak memperbolehkan, ya sudah, kita mengikuti DPRD,” katanya.

Menurut Itqon, dari 13 ribu meter persegi lahan lapangan Talangsari, BPN hanya meminta sekitar tiga ribu meter persegi. “Lahan itu digunakan untuk parkir dan kantor,” katanya.

Sofyan mengapresiasi langkah pemerintah daerah Jember dalam memfasilitasi keinginan BPN. Namun, ia menegaskan, lapangan Talangsari tetap perlu ada untuk anak-anak kampung agar leluasa bermain sepak bola. “Mereka akan bingung kalau lapangan sepak bola berubah jadi bangunan semua,” katanya, ditirukan Itqon.

Sofyan juga menyarankan kepada Bupati Hendy agar memperbaiki lapangan sepak bola Talangsari. “Kalau mau lebih representatif, lapangannya diperbaiki. Lapangannya harus tetap, jangan dikasihkan ke BPN. Ini saya Menteri BPN lo. Kalau memang mau memberi, carikan alternatif lokasi lain,” katanya, masih ditirukan Itqon.

Di hadapan Menteri Sofyan, Itqon juga bertanya soal anggaran dari Kementerian ATR yang diperuntukkan renovasi kantor BPN Jember. “Kenapa Kementerian tidak merenovasi kantor BPN Jember supaya menjadi lebih representatif? Apakah tidak ada dana dari Kementerian ATR untuk revitalisasi dan rehabilitasi, pembangunan fisik gedung kantor BPN?” tanyanya.

Sofyan mengatakan, anggaran Kementerian ATR terbatas. “Terdapat 540 kantor BPN di seluruh Indonesia. Anggaran Kementerian difokuskan pada digitalisasi, bukan pada proyek fisik lagi,” jawabnya, ditirukan Itqon.

“Tapi kalau Pak Bupati dan Pak Ketua DPRD berkenan merevitalisasi dan merehabilitasi gedung BPN Jember, saya selaku Menteri ATR-BPN mengucapkan terima kasih,” kata Sofyan. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar