Siapa Dia

Mbak Rere Beri Catatan Penerapan Mikro Lockdown di Kota Kediri

Anggota DPRD Kota Kediri Regina Nadya Suwono karib disapa Mbak Rere

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan warga terkonfirmasi positif covid-19, tiga kelurahan di Kota Kediri – Jawa Timur terapkan mikro lockdown selama 14 hari. Tiga kelurahan tersebut antara lain, Kelurahan Setono Pande dan Kemasan di Kecamatan Kota Kediri dan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto.

Untuk di kelurahan Kemasan, Kota Kediri karantina wilayah sekala kecil diterapkan, setelah ada 16 orang warga terpapar virus corona. Mereka tertular melalui transmisi lokal, setelah ada acara kesenian di lingkungan tersebut.

 

Sedangkan pada RT 3 RW 4Kelurahan Setono Pande, karena 10 orang warganya positif Covid-19. Kasus ini terjadi, setelah ada seorang warga yang meninggal dengan gejala klinis, kemudian Dinas Kesehatan setempat melakukan tes swab massal.

Mikro Lockdown juga diterapkan pada Kelurahan Tamanan, tepatnya di RT 3 RW 2 terdapat 11 orang warga yang dinyatakan positif Covid-19, usai ada salah seorang warga yang pulang dari bekerja di Bogor. Setelah dilakukan tes anti gen, ternyata dinyatakan positif corona, serta hasil tracing didapat 10 orang lain terpapar virus tersebut.

Selama penerapan mikro lock down, warga diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Sayangnya kebijakan tersebut mendapatkan catatan dari Anggota DPRD Kota Kediri Regina Nadya Suwono.

Mbak Rere, panggilan akrab polisi PDIP Kota Kediri mengaku, penerapan mikro lockdown di Kelurahan Setono Pande lebih longgar dibanding lainnya. Dengan alasan terbentur ekonomi warga yang menjalani isolasi mandiri masih bisa keluar.

Selain itu, sebut Mbak Rere masih ditemukan orang luar yang masuk kawasan karantina tanpa protokol kesehatan. Hal tersebut akan dikomunikasikan dengan pihak berwenang.

Lokasi karantina yang berdekatan dengan pasar tradisional Setono Betek, orang masih bebas keluar masuk tanpa prokes. “Kalau di Setono Pande ini berbeda dari Kemasan. Disini orang masih bisa keluar dengan alasan mencari ekonomi. Kemudian beberapa saat saya berada disini, masih ada dua orang pekerja gudang yang melintas tanpa memakai masker,” katanya.

Anggota DPRD Kota Kediri Regina Nadya Suwono karib disapa Mbak Rere

Hal tersebut ditemukan Mbak Rere saat menyerahkan bantuan sembako dan vitamin di Posko Mikro Lockdown Kelurahan Setono Pande. Bantuan diharapkan bisa untuk memenuhi kebutuhan warga yang menjalani isoman serta para petugas dan relawan yang berjaga.

Terpisah, Miming, Ketua RT 3 Kelurahan Setono Pande mengatakan, penjagaan terhadap warga yang menjalani mikro lockdown dilakukan oleh Satgas Kelurahan bersama Linmas, 3 Pilar, Karang Taruna dan relawan. Diakuinya, lokasi penutupan yang berdekatan dengan pasar, sulit untuk mencegah orang luar keluar masuk.

“Kalau warga yang bisa keluar mereka yang negatif covid. Alasannya untuk bekerja
Sedangkan yang positif kita tidak izinkan. Mereka ada di dalam rumah,” ungkapnya.

Diakuinya, Pemkot Kediri memberikan berbagai bantuan untuk warga yang isoman. Selain itu, pihak medis juga datang dua hari sekali untuk memeriksa kesehatan warga.

Selama menjalani isolasi mandiri warga mendapatkan bantuan permakanan dan vitamin baik dari pemerintah daerah, maupun para tetangga dan donatur. Mikro lockdown ini diberlakukan untuk mutus rantai penyebaran covid-19, serta menjaga ketersediaan tempat isolasi di rumah sakit di Kota Kediri. [nm/ted].



Apa Reaksi Anda?

Komentar