Siapa Dia

Masuki M Astro Berbagi Pengalaman Menulis Features

Pamekasan (beritajatim.com) – Masuki M Astro berbagi pengalaman bersama sejumlah wartawan Pamekasan, dalam kegiatan Berbagi Ilmu dalam ‘Menulis Asyik’ yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Jumat (27/12/2019).

Kegiatan yang difokuskan pada penulisan berita jenis features, digelar di ruang pertemuan Mandhepa Budaya Wakil Bupati Pamekasan, di Jl Jokotole. Diikuti sejumlah wartawan dari berbagai media berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang tercatat sebagai Redaktur Antara Biro Jawa Timur, sekaligus pengajar tidak tetap di Lembaga Pendidikan Jurnalis Antara (LPJA) Jakarta, memberikan gambaran singkat seputar teknis penulisan features.

“Dalam ilmu jurnalistik, feature merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi dengan karakter human interest yang kuat. Feature juga sebuah tulisan jurnalistik, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W + 1 H,” kata Masuki M Astro.

Pihaknya menilai jenis tulisan feature lebih bersifat menghibur dan isinya terkadang sesuatu yang remeh dan cenderung lepas dari liputan straight news. “Tulisan jenis ini tidak terikat deadline dan bisa ditulis maupun dipublis kapan saja, karena jenis berita ini terbilang awet,” ungkapnya.

“Jadi menulis feature lebih santai dan tidak dituntut tenggat, dan bahkan bisa bicara apa saja. Namun konsekuensinya nilai beritanya tidak tidak banyak diburu orang. Bagaimanapun orang cenderung pada berita terbaru ketimbang yang santai,” imbuhnya.

Pria yang sempat bertugas di Bali sebagai wartawawan, juga membagikan ‘trik’ menulis feature. “Sebuah feature hendaknya ditulis dengan gaya bertutur dan deskriptif sedemikian rupa, sehingga susunan kata dan kalimatnya mampu menggambarkan atau melukiskan suatu profil atau peristiwa tertentu,” jelasnya.

“Oleh karena itu, feature sebenarnya sebuah cerita, tapi bukan cerita mengenai fiksi melainkan mengenai fakta. Artinya feature merupakan cerita tentang fakta, bukan tentang fiksi. Sedangkan karya tulis tentang fiksi disebut novel, cerita pendek,” sambung Astro (sapaan akrabnya).

Tidak hanya itu, ia juga menggambarkan sebuah bentuk tulisan feature. Salah satunya tidak terpaku pada bentuk piramida terbalik semata. “Bentuk tulisan ini justru mengharapkan pembaca mengikuti dengan seksama dari awal hingga akhir tulisan,” bebernya.

“Kalau diberita langsung (straight news), pembaca cukup membaca paragraf awal tulisan. Maka di dalam feature, justru inti tulisan baru ditemukan bila membaca dari awal hingga akhir. Dalam penulisan feature agar tidak tersesat kemana-mana, tentukan dulu angle/sudut pandang tulisan yang akan memandu arah tulisan,” sambung Astro.

Dari itu ia menyampaikan lima fungsi dari penulisan feature, yakni melengkapi sajian berita straight news, pemberi informasi tentang suatu peristiwa, penghibur dan pengembangan imajinasi, wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu peristiwa, serta sarana ekspresi paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.

“Namun secara singkat, tulisan feature memiliki beberapa ciri khas. Di antaranya mengandung segi human interest, yakni memberikan penekanan pada fakta yang dianggap mampu menggugah emosi. Serta mengandung unsur sastra, ditulis mirip sebuah cerpen atau bacaan ringan,” pungkasnya. [pin/suf]






Apa Reaksi Anda?

Komentar