Siapa Dia

Lupa Waktu Gara-gara Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak hal termasuk kebiasaan sehari-hari. Salah satunya adalah kebiasaan dalam bekerja maupun kebiasaan dalam menghabiskan liburan di rumah. Bagi karyawan dengan kebijakan perusahaan WFH atau work from home, mau tidak mau akan familiar dengan berbagai jenis aplikasi konferensi video atau telecommuting untuk tetap bisa melakukan pekerjaan dari rumah.
Bagi yang tetap bekerja di kantor, musti berdamai dengan berbagai kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan yang ditentukan. Namun ada dampak lain yang dirasakan bukan hanya oleh pekerja, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan, yaitu terkait dengan kesadaran waktu.

Seperti yang dialami oleh Nur Lailiyah, salah satu karyawan anak perusahaan BUMN di kota Tuban. “Kondisi ini membuat kita abai pada waktu, sangat fokus pada aktivitas dan lingkungan terdekat, bahkan mengalihkan segala kebiasaan lama kita,” ujar perempuan yang bekerja sebagai Community Relations Coordinator ini.

Ditemui di kediamannya, perempuan yang biasa dipanggil Laily ini menjelaskan bahwa sejak Pandemi Covid 19, semua program yang dipegangnya beralih ke program kewaspadaan Covid 19. “Hal ini membuat kami justru sangat sibuk, dan berkejaran dengan waktu. Karena semua program, kami alihkan untuk bisa berkontribusi secara maksimal dalam pencegahan dan penanganan Covid 19, apalagi bertepatan dengan momen lebaran,” jelasnya.

Menurut perempuan lulusan Unair ini, dia dan timnya secara cepat musti mengorganisir kelompok perempuan di sekitar pabrik menjadi produsen disposable hazmat dan surgical gown, mendistribusikan berbagai bantuan bagi kelompok rentan dan terdampak, serta secara intensif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar program yang dibuat tepat dan sesuai dengan kebijakan pemerintah setempat.

Di sisi lain pandemi yang tak kunjung usai ini, juga menyebabkan dia dan banyak karyawan tak bisa mudik ke kampung halaman ketika lebaran. “Biasanya kami memanfaatkan momen lebaran untuk mengambil cuti tahunan agar bisa bersilaturrahmi dengan keluarga jauh, tapi tidak tahun ini. Usai lebaran kami segera kembali bekerja,” ujarnya.

Namun ada kejadian menarik, ketika dia dan timnya secara bersama-sama masuk lebih cepat dari waktu cuti yang diajukan. “Yuuuup, Kami di bagian Community Relations, secara berjamaah salah liat tanggal. Masih cuti, sudah masuk kantor semua, bahkan dengan yakin dan semangaat…, begitu datang langsung meeting, setelah 1 jam baru kami sadar. Hari ini harusnya Kami masih cuti,” cerita Laily sambal tertawa.

“Ya.. hikmah positifnya, gara-gara Covid 19, kami tak sabar segera bekerja,” sambungnya. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar