Siapa Dia

Limbah Makanan Antarkan Mahasiswa FK Unair Raih Penghargaan dari Osaka University

Surabaya (beritajatim.com) – Bulqis Inas Saqinah, mahasiswa FK Unair Angkatan 2016 ini menaruh perhatian terhadap keberlangsungan lingkungan. Bentuk perhatiannya dia tunjukkan lewat video tiga menit tentang sampah makanan dan dampaknya.

Video tiga menit inspirasi untuk pembangunan berkelanjutan ini mendapatkan penghargaan President’s Award for Encouragement saat diikutkan dalam kontes video yang diadakan oleh Universitas Osaka, Jepang. Yang membanggakan, dia mengalahkan 60 peserta dari berbagai negara yang berpartisipasi.

Dalam video 3 menit yang bisa diakses di Laman Youtube OU Student Video Contest, Bulqis memaparkan data bahwa 1/3 atau sekitar 1,3 miliar ton makanan yang diproduksi berakhir di tempat sampah per tahun. Indonesia menghasilkan 13 Juta sampah makanan setiap tahun. Sebuah angka yang sangat besar untuk memenuhi tingkat kelaparan 28 juta masyarakat Indonesia.

“Sampah makanan juga menyumbang 3 Giga Ton emisi karbondioksida di udara. Tingkat Emisi Karbondiaoksida dari sampah makanan menempati urutan ke tiga di dunia setelah China dan Amerika. Tentu sudah bukan saatnya kita menutup mata,” ujarnya.

Lewat videonya, gadis 22 tahun ini juga mengajak orang-orang untuk menekan sampah makanan. Berbagai cara dia tawarkan mulai dengan mendukung produk local dan menerapkan mindful eating.

Bulqis mengaku bahwa sebelumnya tidak menyangka akan mendapat penghargaan. Terlebih, president’s award yang diraihnya merupakan kategori tambahan yang baru dia tahu saat hari H pengumuman tanggal 25 Juni lalu.

Ini tentu membuatnya bersyukur. Namun lebih dari penghargaan yang diterima, Bulqis lebih bersyukur karena lewat video buatannya, akhirnya unek-unek yang selama ini hanya tersimpan di kepala bisa tersampaikan dan memberikan dampak lebih luas ke masyarakat.

Menjadi mahasiswa kedokteran bukan berarti harus tutup mata terhadap lingkungan sekitar. Ini yang Bulqis terapkan sejak lama. Gadis kelahiran Blora ini menyebut, sudah sejak SMA dia tertarik dengan isu SDG.

Ketertarikannya dia seriusi dengan mengikuti kuliah seputar SDG online yang diadakan oleh Universitas Osaka. Dari sini lah dia mendapatkan informasi tentang kompetisi video tersebut.

“Sama sekali tidak mengganggu kuliah ya. Malah ini bisa jadi pengisi waktu luang di masa pandemi yang lebih bermanfaat,” terangnya.

Bulqis menyebut, sudah saatnya semua orang perhatian terhadap isu sustainability. Misalnya dengan dengan tidak egois memanfaatkan sumber daya tanpa memikirkan dampak ke depan. Karena dengan lebih sadar, generasi ke depan masih bisa merasakan sumber daya yang disisakan bahkan lebih baik.

“Dampak kita abai terhadap SDG sudah terasa sekarang. Contoh sekarang aja dampak global warming. Makin panas (udara,Red), banyak kekeringan, lahan makin sempit, semua karena masyarakat sebelumnya kurang perhatian terhadap sustainability.” pungkasnya. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar