Siapa Dia

Legenda Persebaya yang Jadi Mentor Pelatih Persid Jember

Jember (beritajatim.com) – Pertandingan eksibisi Tim Nasional Indonesia U19 melawan Persid di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur berakhir 0-0, 17 Oktober 2017.

Santoso Pribadi, legenda Persebaya era 1974-1979, menyalami Ahmad Jainuri dengan tersenyum lebar. “Kamu luar biasa, Jen,” katanya.

Di depan 20 ribu penonton, Persid berhasil mengimbangi anak-anak asuhan Indra Sjafrie. Hasil bagus untuk sebuah tim yang dipersiapkan mendadak.

Jainuri sumringah mendapat pujian dari orang yang dianggapnya mentor. “Dia yang memberi ilmu kepelatihan kepada saya selama 10 tahun,” katanya.

Santoso Pribadi adalah bek kiri Persebaya yang ikut membawa klub itu merajai kompetisi perserikatan era 1970-an. Selepas pensiun sebagai pemain, dia lebih banyak tinggal di Jember dan melatih. Persid dan Jember United adalah dua klub yang pernah ditanganinya. Dia akrab disapa Lik San atau Paman San, dalam bahasa Indonesia.

“Lik San adalah sosok pelatih yang patut diteladani. Dia seorang pelatih yang punya kemampuancukup dingin. Masa-masa 1990 – 2000-an, dia pelatih yang sangat berhasil di Divisi 2, membawa Persid menyabet juara di Jatim dan mewakili Jatim di kualifikasi Zona Jawa,” kata Jainuri.

“Andai saat itu punya dana, Persid bisa ke Divisi Utama. Terbukti bahwa klub Universitas Muhammadiyah Jember saja bisa mewakili Indonesia di Malaysia pada 1992,” kata Jainuri.

Jainuri mengenal Santoso pertama kali saat masih memperkuat Persipro Probolinggo pada era 1990-an. Ia kemudian bergabung dengan Persid.

Selepas dari Persid, Jainuri tak pernah bertemu Santoso hingga medio 1998. Saat itu Persid beruji coba dengan klub lokal di Kecamatan Ledokombo. Jainuri baru saja bertugas menjadi guru di sana.

Santoso mengajak Jainuri bergabung menjadi asisten pelatih Persid pada 2006. Saat itu Persid berada di Divisi 1 atau setara dengan Liga 2 saat ini.

“Hanya kamu pemain yang bisa pegang tim sebesar Persid,” kata Santoso suatu ketika.

Santoso mengingatkan agar Jainuri percaya diri dan sabar dalam menangani tim. “Jangan sampai didikte siapapun,” katanya.

Kini Santoso telah pergi menghadap Sang Khalik. Dia terkena serangan jantung saat berlatih bulutangkis, Sabtu (23/2/2019). Namun Jainuri tak akan melupakan sang guru. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar