Siapa Dia

Kresnayana Yahya, Analis Bisnis Handal yang Tak Pernah Tinggalkan Kampus

Kresnayana Yahya (alm)

Surabaya (beritajatim.com) – Dunia bisnis di Surabaya dan Indonesia berduka. Kresnayana Yahya, salah seorang analis bisnis dan pakar Statistik ITS Surabaya telah wafat. Kresnayana Yahya meninggal di sekitar pukul 14.49 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Satelit Surabaya.

Kresnayana semasa hidupnya banyak dikenal sebagai pakar ekonomi dan seringkali menjadi motivator bagi pebisnis di Tanah Air. Analisisnya yang tajam dan berbasis data tentang kondisi ekonomi secara makro maupun mikro membuat namanya menjadi yang pertama diucapkan banyak pebisnis kala hendak mengambil keputusan strategis.

Tak heran banyak perusahaan besar yang memintanya menjadi konsultan bisnis mereka. Bahkan pria kelahiran 3 Agustus 1949 ini pun sempat menduduki jabatan komisaris di PT Petrokimia Gresik.

Kresnayana pun mendirikan Enciety Business Consult, yang kliennya tak hanya para pengusaha besar bahkan tak jarang Enciety Business Consult juga memberikan pencerahan bisnis pada pelaku UMKM. Sepak terjang dan nama Kresnayana Yahya telah membuatnya menduduki sejumlah jabatan strategis diantaranya Ketua Asosiasi Manager Indonesia Cabang Surabaya.

Namun dari segudang kesibukannya semasa hidup dan ditengah “ketenaran” nya di dunia bisnis, dirinya tak pernah meninggalkan dunia pendidikan. Dia tetap menjalani profesinya sebagai dosen ITS. Kresnayana semasa hidupnya tentu sudah banyak menerima tawaran mengiurkan dari berbagai lembaga maupun perusahaan besar, tetapi dirinya tetap setia pada kampusnya.

Kehilangan ini dirasakan juga sejumlah awak media yang selalu menganggunya dengan telephone untuk meminta wawancara dan selalu diturutinya tanpa lelah.

“Pada saat high level meeting (HLM) di hotel kawasan Jalan Ir Soekarno pada November 2018, Pak Kres menyajikan data statistik tentang pengaruh pembangunan infrastruktur jalan toll Trans Jawa, dengan hitung-hitungan statistik ekonomi serta pengaruh nya pada penyebaran angka stunting di Jatim. Edan, beliau menyajikannya dengan bernas dan masuk akal,” tutur Wahyu, yang waktu itu menjadi wartawan The Jakarta Post.

Wahyu yang kini menjadi tim Usaid ini pun juga pernah mewawancari Kresnayana Yahya tentang stunting di daerah Tapal Kuda. Dan Kresnayana mempu mengurai simpul permasalahannya serta opsi menguraikannya bagaimana.

“Semua berbasis data dan beliau menjelaskannya dengan clear,” kenang Wahyu.

Salah seorang jurnalis Surya, Sri Handi pun membeberkan bahwa dirinya bertatap muka secara virtual terakhir pada acara Forkas di awal Februari 2021 lalu.

“Materinya banyak, sampai saya ulang-ulang via YouTube nya. Temanya Economy Outlook 2021,” tandasnya.

Di usianya yang tak lagi muda, sosok Kresnayana Yahya bagi dunia bisnis memang sangat menginspirasi. Selamat jalan pakar bisnis, tentunya dunia bisnis sangat kehilangan sosok yang selalu ramah pada semua orang. [rea/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar