Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Kisah Wakil Bupati Blitar yang Sukses Jadi Pengacara dan Pengusaha Sarang Walet

Surabaya (beritajatim.com) – Rahmat Santoso SH MH, Wakil Bupati Blitar ini namanya kerapkali jadi perbincangan publik. Sebelum mengabdikan diri pada rakyat Blitar, Rahmat adalah seorang advokat.

Selama menjadi seorang advokat muda yang notabenenya banyak menangani perkara besar membuat dia dikenal sebagai pengacara bertangan dingin. Hampir semua perkara yang dia tangani bersama tim menuai hasil memuaskan hingga membawa dia dinobatkan menjadi Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), pada 14 Agustus 2018 silam.

Tak hanya itu, Rahmat Santoso adalah seorang pengusaha sarang burung walet sukses yang diwariskan oleh keluarga besarnya. Tak heran, jika pria kelahiran Surabaya 42 tahun lalu ini kerap kali mengenakan barang-barang mewah.

Jam tangan misalnya, Rahmat Santoso gemar mengoleksi jam tangan sejak tahun 2009. Jam mewah koleksi Rahmat di antaranya, Audemars Piguet, Rolex, Richard Mille dan beberapa merek jam mewah lainnya.

Tak hanya itu, Rahmat juga memiliki berbagai kendaraan mewah seperti Harley Davidson Road Glide 2021, Street Glide 2016 dan Road King tahun 20016. Serta mobil mewah seperti Alphard dan Lexus 570 LX tahun 2000, Toyota Fortuner tahun 2019 dan Toyota Innova 2000, Mercedez Benz tahun S350 tahun 20016.

“Ya kebetulan aja, dikasih rejeki lebih sama Allah SWT. Bukan bermaksud pamer tapi memang saya sudah sejak muda gemar mengoleksi barang-barang tersebut,” ujar Rahmat saat ditemui di Surabaya, Kamis (30/9/2021).

Gara-gara jam mewah yang dimiliki ini, nama Rahmat terseret dalam sidang dugaan penggelapan yang dilakukan Terdakwa Lily Yunita. Dalam persidangan saksi AC menyebut bahwa Rahmat pernah menjual jam tangan salah satu koleksinya merk Richard Mille seharga Rp 3 miliar dan uang hasil penjualannya diminta Rahmat Santoso untuk ditransferkan ke rekening Lily.

Menanggapi hal itu, Rahmat menjelaskan bahwa dia mengenal Lili Yunita sejak tahun 2013. Saat itu Rahmat berstatus lawyer Lili dalam kasus penipuan penggelapan. Setelah itu Rahmat sudah bukan lawyer Lili dan lama tidak bertemu. Rahmat baru bertemu kembali dengan Lili sekitar tahun 2018-2019. Lili mendatangi kantornya dan sering membawakan roti dan lain sebagainya.

“Suatu ketika Lili pernah pinjam uang ke saya sebesar Rp 1,5 miliar dengan alasan kepepet buat bayar hutang ke orang lain. Tapi karna saya lagi nggak ada uang, kemudian saya menjual jam salah satu jam tangan saya senilai Rp 3 miliar. Tapi begitu tahu saya menjual jam tangan dapat Rp 3 miliar, Lili yang tadinya mau hutang Rp 1,5 miliar kemudian malah minta dipinjami Rp 3 miliar. Akhirnya uang hasil jual jam dipinjam semua sama Lilli. Tapi saya minjamkan tanpa bunga loh ya” ujar Rahmat.

Terkait namanya yang sering dikaitkan dengan kasus Lili Yunita, Rahmat terlihat santai dan terkekeh. Dia mengklaim bahwa dirinya sebenarnya juga korban dalam kasus ini.

Rahmat menceritakan, saat itu Lili datang menawarkan menjualkan tanah milik Rahmat. Dia minta dibuatkan surat, bahwa Rahmat minta harga tanah itu Rp 2,5 juta per meter. Selebihnya Lili minta, dan Rahmat tak keberatan. “ Tapi saya tidak kunci lho ya. Tidak ada DP diberikan dia,” jawab Rahmat.

Rahmat menegaskan tidak ada nama dia dalam kasus dugaan pencucian uang. Rahmat minta ditanyakan ke Jaksa karena kasus sudah P21 apakah diantara BB itu ada namanya.

“Apakah dari semua rangkaian TPPU itu ada nama saya. Tanya dong ke kejaksaan, BB itu apa saja, namanya siapa saja. Apakah ada nama saya. Fortuner punya siapa, Mercy punya siapa. Dari mana itu semua, TPPU-nya ke mana. Jangan saya dijelekkan kaya gini dong,” pungkas Rahmat.

Rahmat menegaskan tidak ada nama dia dalam kasus dugaan pencucian uang. Rahmat minta ditanyakan ke Jaksa apakah diantara BB itu ada namanya.

“Apakah dari semua rangkaian TPPU itu ada nama saya. Tanya dong ke kejaksaan, BB itu apa saja, namanya siapa saja. Apakah ada nama saya. Fortuner punya siapa, Mercy punya siapa. Dari mana itu semua, TPPU-nya ke mana. Jangan saya dijelekkan kaya gini dong,” pungkas Rahmat. [uci/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar