Siapa Dia

Kisah Koki Cilik yang Sukses Jualan Siomay di Usia 13 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Berawal dari masa PSBB karena kondisi pandemi di Surabaya cukup tinggi di bulan Maret, Jason Surya hanya bisa tinggal di rumah. Situasi itu membuatnya jenuh dan berpikir untuk mencoba belajar memasak bersama ayah dan kakak.

Pria cilik berusia 13 tahun ini awalnya mencoba eksperimen memasak ayam pedas ala Korea dan dicobakan kepada keluarga. Ternyata respon yang didapat lumayan bagus. Dari situ ia tercetus ide untuk mencoba membuat siomay.

“Awalnya itu gabut karena pandemi, terus saya itu tipe anak yang ngga bisa diem pengennya ngulak ngalik sesuatu hal. Akhirnya saya mencoba buat masak ayam pedas itu. Tapi karena costnya terlalu tinggi, saya ngga jual itu. Akhirnya saya sama papa dan koko coba-coba bikin siomay, enak ya udah coba jualan online,” ungkap Jason, Selasa (1/9/2020).

Bulan April lalu ia memulai meracik siomay original dengan rasa ayam dan udang. Penjualan per pax enam puluh ribu rupiah dengan isi 10 biji siomay.

Bermula dijual melalui sosial media. Sasarannya teman-teman sang kakak, Wilson Tirta yang kebetulan juga memiliki beberapa usaha.

Respon pun bagus, Jason mencoba keberuntungan menjual siomay hasil kreasinya kepada teman-teman sekolahnya melalui daring ketika sekolah virtual dimulai. Bahkan kini Jason sudah memiliki tempat makan dim sum di Ruko San Antonio, Pakuwon City Surabaya.

“Jason itu awalnya ngga terkenal di sekolah karena pemalu dan pendiam, tapi karena mau belajar bisnis dan bertemu banyak orang baru dari yang tua sampe muda akhirnya berani jualan nawarin kalo pas sekolah virtual gitu, ayo siapa yang mau beli siomayku, akhirnya banyak yang tahu Jason dan beli siomaynya,” imbuhnya.

Kini siswa kelas 7 di SMP Xin Zhong Surabaya ini memberanikan diri membuka gerai makanan dengan olahan berbagai dim sum dan beberapa makanan berat seperti mie ayam dll.

Bahkan yang menarik ia sempat membantu Pemerintah Surabaya sebagai penyumbang masker dan APD untuk masyarakat dan tenaga medis dimasa Pandemi dari penghasilan menjual siomay onlinenya.

“Awalnya saya mau belanja terus banyak yang belum pake masker di jalanan apalagi di Surabaya kan cukup tinggi akhirnya saya punya ide dan keinginan dari hati kalau somay saya laris hasil uangnya dibelikan APD dan masker dan diberikan ke Pemkot Surabaya. Dan bu Risma kaget waktu itu, dikira saya menyumbang pake duit jajan dari mama, terus saya jelaskan saya penjual siomay,” ungkapnya.

Kini koki cilik berwajah oriental ini selain sibuk sekolah, ia tengah belajar berbisnia kuliner bersama sang kakak dan orang tuanya. Bahkan rencananya ia akan membuka gerai dim sum Tang Kitchen ini di Surabaya Barat dalam waktu dekat. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar