Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Danramil 0812/01 Lamongan Kota, Kapten CKU Yanto Budi Utomo SE

Kisah Anak Petani Menjadi Prajurit TNI

Danramil 0812/01 Lamongan Kota, Kapten CKU Yanto Budi Utomo SE, saat berada di ruang kerjanya

Lamongan (beritajatim.com) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap berusia 76 tahun pada Selasa (5/10/2021) kemarin. Hal ini tentu memberikan makna yang sangat mendalam bagi seluruh prajurit TNI. Tak terkecuali bagi Komandan Rayon Militer (Danramil) 0812/01 Lamongan kota, Kapten CKU Yanto Budi Utomo SE.

Pria yang akrab disapa Kapten Yanto ini mengungkapkan, dirinya sangat bangga bisa menjadi seorang prajurit TNI. Sejak kecil, pria kelahiran 1978 ini mengaku telah memiliki cita-cita untuk menjadi TNI. Meski dirinya merasa hanya berasal dari keluarga petani kalangan menengah ke bawah, namun berkat kegigihannya kini ia berhasil menjadi seorang Danramil.

“Masa kecil saya sangat berliku, saya dari kalangan menengah ke bawah dan dibesarkan dari keluarga tani. Selain sebagai petani, bapak saya juga memiliki kerja sampingan sebagai tukang kayu. Kedua orang tua kami bekerja keras, kesana kemari demi menghidupi anak-anaknya,” ungkap Kapten Yanto, Rabu (6/10/2021).

Tak hanya itu, saat masih kecil, Kapten Yanto juga harus merelakan waktu bermainnya demi membantu orang tuanya bekerja. Ketika musim panen tiba, ia bersama saudara dan orang tuanya harus menjual buah yang dibeli dari hasil panen petani lainnya untuk dijual kembali di pasar, hal itu dikarenakan lahan milik keluarganya tidak seluas milik petani lainnya.

“Di saat musim panen buah seperti mangga, jagung dan lain-lain, kami dulu sering ikut orang tua jualan di Pasar Lamongan, mulai saya masih berumur 8 tahun hingga SMP. Kala itu, kondisi pasar Lamongan kota belum ditingkat, dan sebelah utara jalan merupakan pasar buah,” kata Kapten Yanto.

Tak tanggung-tanggung, ia bersama saudaranya juga kerap menginap di pasar demi menjajakan dagangan agar laku terjual. Tidak hanya di pasar, Yanto kecil juga seringkali membantu orang tuanya berjualan saat ada tontonan atau hiburan yang digelar di desa-desa.

“Biasanya kami menginap 3 sampai 5 hari. Tapi kalau dalam sehari dagangan habis terjual, maka kami ya langsung pulang. Selain itu, saat ada tontonan atau hiburan di desa, orang tua kami pasti membuka lapak dan jualan secara lesehan, mulai dari jual kacang yang harganya Rp 100, salak, jeruk, dan lain-lain. Kami membantunya sampai selesai,” lanjutnya.

Kapten Yanto saat memberikan santunan dan sandal kepada seorang tukang rosok yang kebetulan lewat di pinggir jalan.

Berkat pengalaman dan tempaan dari orang tuanya tersebut, Kapten Yanto tumbuh menjadi pria yang gigih dan ulet. Diketahui, Yanto muda merupakan siswa yang berprestasi di sekolahnya, ia juga kerap mewakili sekolahnya untuk mengikuti kompetisi dan ajang kejuaraan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Orang tua saya sangat luar biasa dalam membesarkan anak-anaknya. Alhamdulillah kami juga tidak lupa sama orang tua, karena jasa-jasa beliau sangat luar biasa. Lalu, dari pengalaman itulah yang kini saya jadikan bekal dan saya bawa ke dalam medan pengabdian yang lebih luas. Alhamdulillah, saat ini Allah memberikan kepada saya anugerah pangkat sebagai kapten,” terangnya.

Sebagai informasi, Kapten Yanto adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Ia lahir di Lamongan pada tanggal 23 April 1978, merupakan putra dari pasangan Sidik dan Waturi asal Desa Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Kapten Yanto telah menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini, ia bersama keluarga tinggal di Asrama Kodim, Jalan PB Sudirman Nomor 113, Lamongan.

Ia mengawali karirnya pada tahun 1998 dan ditugaskan pertama kali di Papua kewilayahan Kodam Cenderawasih, hingga tahun 2008, lalu pindah ke Cijantung Jakarta hingga tahun 2013. Pada tahun 2012 mengikuti pendidikan capa perwira dan mendapat gelar kapten, serta ditugaskan di Kudam V/Brawijaya di Malang selama 6 tahun, baru kemudian tahun 2019 pindah tugas di Lamongan. Kini, ia tercatat sebagai Danramil termuda di Lamongan.

Momen HUT ke-76 TNI Menurut Kapten Yanto
Menurut Kapten Yanto, TNI adalah salah satu ujung tombak yang siap siaga menjaga tanah air dan garda depan dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi keselamatan bangsa.

“Sejarah keberadaan TNI memang tak terlepas dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merengkuh kemerdekaan. Hingga saat ini, TNI masih menjadi ujung tombak dalam menjaga tanah air,” ujar Kapten Yanto kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Pada HUT ke-76 TNI ini, Kapten Yanto menegaskan, bahwa sejak perjuangan bangsa Indonesia hingga saat ini, peran TNI sangat nampak dan terus memberikan kontribusi yang nyata. Selain itu, kata Kapten Yanto, prajurit TNI terus bekerja keras untuk meningkatkan profesionalitasnya.

“Kami akan terus meningkatkan profesionalitas kami dan menggelorakan sinergitas antara TNI dan rakyat. Dengan bersatu padu dan berjuang bersama, kita pasti menang untuk Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh,” tegasnya.

Bagi Kapten Yanto, bahwa dedikasi, loyalitas, pengorbanan, dan pengabdian yang tulus itu menjadi bukti kesetiaan dari prajurit TNI untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Meski harus menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang semakin kompleks, namun Prajurit TNI terus menjunjung tinggi kesetiaan dan mewujudkan tugasnya. TNI juga terus melakukan penanggulangan pandemi Covid-19 dan ikut serta melakukan perawatan terhadap saudara-saudara yang terpapar Covid-19,” terangnya.

Terakhir, Kapten Yanto mengharapkan, bahwa TNI terus meningkatkan soliditasnya dam kapasitasnya sebagai pelindung NKRI, mewujudkan tentara yang modern, dan memiliki alutsista yang semakin kuat, sehingga kesejahteraan prajurit TNI juga bertambah baik. “Dirgahayu ke-76 Tentara Nasional Indonesia. TNI semakin kuat, profesional, modern dan bersama rakyat,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar