Siapa Dia

Kerja Keras dan Disiplin Kunci Sukses Febrian Masuk Program TC Timnas U16

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim (pegang mic) bersama Febrian Tri Yanto dalam kegiatan Talkshow Dinamika Madura yang di Ruang Karimata FM, Jl Raya Panglegur 123 Tlanakan, Sabtu (8/2/2020).

Pamekasan (beritajatim.com) – Kerja keras dan disiplin menjadi salah satu kunci sukses Febrian Tri Yanto, hingga akhirnya bisa menembus program pemusatan latihan alias Training Centre (TC) Tim Nasional (Timnas) Indonesia U16 yang dijadwalkan digelar di Yogyakarta.

Hal itu disampaikan pemain Madura United Football Academy (MUFA) dalam kegiatan Talkshow Dinamika Madura yang mengusung tema ‘Sinergi Pembinaan Pesepakbola Muda Melalui MUFA’ di Ruang Siar Karimata FM Jl Raya Panglegur KM 123 Tlanakan, Sabtu (8/2/2020).

“Memang sejak kecil kami suka (bermain) bola, cita-cita sejak saat itu memang ingin menjadi pemain sepakbola profesional,” kata Febrian Tri Yanto di hadapan forum yang dihadiri manajemen MUFA, suporter hingga sejumlah pemilik klub di lingkungan Askab PSSI Pamekasan.

Bibit muda potensial asal Kecamatan Pademawu, juga menyampaikan jika prestasi yang didapatnya tidak lepas dari peran serta orang tua yang memberikan dukungan untuk berkarir sebagai pesepakbola. “Saat masih duduk di bangku Kelas 1 SD (Sekolah Dasar), orang tau mengantarkan kami ke klub lokal, mulai dari Tunas Karya hingga PS Rio,” ungkapnya.

“Selain itu, kami juga bekerja keras, giat berlatih dan disiplin. Hal itu menjadi proses awal yang kami terima dari para pelatih, termasuk ketika dipanggil seleksi Timnas (U16) yang bersamaan dengan Ramadan (Bulan Puasa Ramadan),” sambung pemain yang akrab disapa Febri.

Disinggung soal dirinya yang menjadi satu-satunya pemain asal Madura, yang mendapat kesempatan menjalani program TC bersama Timnas Junior. Ia justru memilih merendah dan hanya mendapat keberuntungan, sekalipun dirinya juga tampil memakau bersama Timnas saat menjalani program TC di Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

“Awalnya memang ada rasa grogi dan minder (saat awal bergabung bersama Timnas Indonesia U16), tetapi berkat dukungan dari semua pihak khususnya orang tua dan manajemen Madura United Akademi, kami berusaha maksimal dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Dari itu ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Madura, khususnya masyarakat Pamekasan yang memberikan dukungan bagi dirinya untuk menggapai cita-cita yang diangankan sejak usia dini. “Kami hanya ingin membanggakan masyarakat Madura dan orang tua, sehingga kami harus berusaha, kerja keras dan tidak minder,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar