Siapa Dia

Kaji Didin Asal Lamongan Tekuni Louhan Jadi Bisnis Menggiurkan

H. Syaifuddin, akrab dipanggil Kaji Didin

Lamongan (beritajatim.com) – Kala pandemi Covid-19, banyak orang yang serius menggeluti hobinya untuk kemudian menjadi penghasilan tambahan. Seperti yang dilakukan warga Perum Demangan Residence No.122, Rangge, Sokomulyo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan Jawa Timur, H. Syaifuddin, akrab dipanggil Kaji Didin, yang mulai mengembangkan usaha Ikan Louhan.

Kaji Didin menceritakan, bahwa ia tertarik untuk memelihara ikan Louhan karena hal tersebut sudah menjadi hobinya sejak masih duduk di bangku perkuliahan dulu, tepatnya tahun 2003. Namun, karena satu dua hal kesibukan, ia tidak bisa fokus menjalani hobinya itu.

“Pada dasarnya, sejak kecil saya suka ikan hias. Tetapi dari beberapa jenis ikan hias air tawar, ikan Louhan memiliki progres dan pertumbuhan yang cenderung lebih bagus. Dan bisa dinanti surprisenya, seperti jenong, warna, dan mutiaranya. Dan sejak tahun 2003, saya sudah memiliki Louhan,” ujarnya kepada beritajatim.com, Minggu (18/04/2021).

Baru di tengah pandemi Covid-19, 1 tahun lalu, ia mencoba merintis kembali hobinya terhadap ikan Louhan menjadi bisnis yang serius.

“Sebelumnya saya pernah juga mencoba bisnis burung Lovebird, sepeda gowes, dan yang lain. Karena ada pandemi, sekarang saya dipaksa untuk di rumah saja selain bekerja, lalu muncul ide untuk mengembangkan hobi yang simpel dan ada nilai rupiahnya,” sambung Kaji Didin.

Kaji Didin juga menjelaskan, yang menarik dari Louhan, ikan ini bukan hasil peranakan dari keturunan ikan Louhan asli, tetapi hasil hybird atau persilangan yang kemudian banyak menghasilkan spesies baru. Walau Louhan pernah redup, tetapi di tahun 2020 kembali berkibar dan berhasil menggaet kembali minat para penghobi seiring maraknya kontes yang terus diadakan.

“Dulu pernah redup, tapi Alhamdulillah sekarang menggeliat dan diminati lagi. Para breeder louhan, untuk cetak louhan sekarang lebih bagus. Diperbaiki kualitasnya, terutama cencu asli Indonesia,” paparnya

Ikan Louhan, lanjutnya, selain menjadi bisnis yang menggiurkan dengan tingginya peminat, termasuk ikan yang aktif dan bisa diajak beriteraksi, dengan cara mengikuti arah gerakan tangan tuannya kesana kemari.

Terkait pemasaran, masih kata Kaji Didin, tidak ada kendala yang berarti. Ia pasarkan melalui media sosial (online). Untuk pengiriman jangkauan luas bisa lewat jasa kurir, atau bisa datang langsung ke galeri untuk pembeli lokalnya.

Ikan Louhan Milik Kaji Didin Asal Lamongan

“Untuk permintaan ada yang dari luar kota maupun lokal sendiri. Kalau yang diminati pemula atau penghobi kebanyakan jenis kamfa, karena kamfa cepat pertumbuhannya, ukuran 4 sampai 6 cm sudah terlihat bagus. Tapi kalau cencu kebanyakan peminatnya orang lawas, karena cencu pertumbuhannya banyak surprise. Di size berapa pun masih ada surprisenya, baik di jenong, warna, mutiara, maupun siripnya. Untuk harga bervariasi, tergantung jenis, size dan kategorinya,” ujarnya.

Soal pemeliharannya, tambah Kaji Didin, bagi pemula perlu belajar memahami berbagai karakter ikan Louhan dan hal apa saja yang membuat Louhan cepat berkembang. Mulai dari kualitas, ph air, kondisi aquarium, pakan, dan peralatan lainnya.

“Untuk kesulitan dalam pemeliharaan Louhan, rata-rata soal air. Bagi teman-teman yang ada di Lamongan biasanya pakai air PDAM, kalau PDAM bagus ya ikan kita sehat semua, kalau ada trobel di PDAM ya imbasnya ikan kita bermasalah. Sempat juga kita pakai air isi ulang. Demi menjaga kualitasnya.” kata Kaji Didin

Ia mengaku, kalau soal untung rugi itu hal yang biasa dalam bisnis. Sebagai seorang breeder (peternak) ia selalu terbuka kepada siapa saja yang ingin belajar dan bersama-sama berbagi ilmu terutama tentang pemeliharaannya. Ia juga aktif dalam komunitas penghobi Louhan yang bernama Dobel L (Louhan Lamongan).

Saat ini, beber Kaji Didin, dirinya telah mengeluarkan modal untuk bisnis louhannya ini kisaran 60 sampai 70 juta. Memiliki sekitar 100 aquarium dengan berbagai ukuran, mulai dari aquarium untuk mengawinkan ikan, aquarium penampung burayak, aquarium sekatan hingga aquarium display untuk Louhan yang akan dijual.

Di farmnya, ia memiliki stok ikan yang berjumlah sekitar kurang lebih 2000an ekor yang dikembangkan, sebagian besar terdiri dari jenis cencu dan kamfa hasil pembiakan indukan terbaik. Tersedia berbagai size, corak, dan yang siap turun untuk kontes.

Kaji Didin berharap pandemi lekas mereda dan ke depan Lamongan memiliki pasar sentra yang khusus menjual ikan hias lengkap beserta kebutuhannya. (riq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar