Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Jefferson, Sang Dokter Ahli Olimpiade Matematika

Surabaya (beritajatim.com) – Satu lagi mahasiswa membanggakan dari 23 Mahasiswa berprestasi di Wisuda Periode Maret 2019  Universitas Airlangga (UNAIR) hadir dari Fakultas Kedokteran (FK).

Jefferson Caesario, laki-laki yang genap berusia 22 pada 3 hari lagi ini pun mencatat namanya sebagai Mahasiswa Berprestasi FK Unair. Sederet prestasi di bidang kedokteran pun diraihnya. Seperti; Indonesian Medical Physiology Olimpiad (IMPhO), Inter-Medical School Physiology Quiz (IMSPQ), Siriraj International Microbiology Parasitology and Immunology Competition (SIMPIC) dan Chiang-Mai University International Medical Olympiad (CMU-IMC).

Selain aktif mengikuti lomba kedokteran, Jefferson juga mengikuti beberapa olimpiade matematika tingkat nasional maupun internasional. Seperti International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria, Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN Pertamina), dan Olimpiade Matematika ITS.

Jefferson mengaku sangat menggemari matematika sebelum akhirnya memutuskan melanjutkan sekolahnya di kedokteran. Ia pun sudah pernah meraih kemenangan di olimpiade matematika tingkat Nasional maupun Internasional.

“Saya suka kedokteran kak, matematika sekarang sudah sekedar hobi,” ungkapnya kepada beritajatim.com, Minggu (10/3/2019).

Laki-laki yang pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Universitas Fukui Jepang itu menambahkan, prestasi yang paling membanggakan adalah ketika mendapat medali perak di International Mathematic Competition (IMC) 2017 di Blagoevrad, Bulgaria.

Ketika IMC di Bulgaria itu diselenggarakan, Jefferson menghadapi 350 mahasiswa dari seluruh belahan dunia. Saat bertemu dengan mereka, kata Jefferson, dirinya sempat merasa gugup dan cemas, karena peserta lain terlihat cerdas dan memiliki jam terbang tinggi dalam olimpiade matematika.

“Namun yang bisa saya lakukan hanyalah fokus dan berkeyakinan bahwa saya mampu menaklukan soal-soal yang diberikan. Dan pada waktu pembacaan pengumuman, saya kaget, saya berhasil mendapatkan medali perak dan naik ke panggung dengan membawa bendera Indonesia di pundak saya,” kata Jefferson.

Mengikuti IMC untuk kedua kalinya merupakan pengalaman berharga bagi Jefferson, dipengalaman pertama saat mendapatkan medali perunggu di IMC membuat Jefferson belajar memperbaiki keadaan. Saat itu dia masih semester 3 dan harus melawan saingan yang rata-rata telah menempuh semester akhir dan berasal dari jurusan matematika murni. Sehingga mendapatkan prestasi yang lebih baik tentunya membuat kenangan tak terlupakan bagi Jefferson.

“Saya merasa sangat bangga sekali dapat diberi kesempatan untuk membawa nama harum Universitas Airlangga, dan terlebih Indonesia, di kancah internasional. Kenangan saya akan momen itu yang tidak akan pernah bisa saya lupakan, karena hal tersebut adalah pencapaian terbaik dalam hidup saya,” ungkap mahasiswa peraih IPK 3.58 ini.

Meskipun bukan berasal dari keluarga dokter, anak ke dua dari dua bersaudara ini pun bercerita bahwa dirinya ingin menjadi berguna untuk masyarakat dengan mengabdikan dirinya sebagai dokter. Dan kecintaannya akan dunia kedokteran menetapkannya mainset bahwa dirinya harus memiliki wawasan yang lebih luas.

“Kalau cuma belajar dikampus, mengejar nilai aku jadi berwawasan sempit atau jago kandang. Makanya aku bela-belain belajar yang sampai lomba internasional,” ungkap laki-laki yang saat ini juga nyambi jadi pelatih Olimpiade ini.

Perlu diketahui, saat ini Jefferson disibukkan dengan program profesi kedokteran Universitas Airlangga sekaligus dokter muda RSUD dr. Soetomo. Ke depan, Jefferson bercita-cita dapat berkontribusi besar untuk Indonesia dan bisa mensejahterakan rakyat, khususnya di bidang kesehatan.

“Kedokteran menurutku adalah sebuah pekerjaan mulia, dimana kita belajar bukan untuk diri kita tapi untuk orang lain. Bukan untuk mengisi otak dan kemampuan kita, tetapi mengisi kesejahteraan orang lain dalam segi kesehatan,” pungkas Jefferson. [adg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar