Siapa Dia

Istri Bupati Trenggalek: Perempuan di Tengah Pandemi Harus Siap Beradaptasi

Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad

Trenggalek – Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad menghimbau kepada masyarakatnya agarĀ  perempuan harus bisa menjadi angin sejuk keluarga.

Hal ini disampaikan istri Bupati Trenggalek ini saat melakukan evaluasi 10 gerakan berjarak di Desa Sugihan Kecamatan Kampak Trenggalek.

Pandemi Covid cukup mendampak perekonomian global, termasuk didalamnya adalah keluarga. Hal inilah yang mendorong Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Trenggalek ini, mengajak perempuan Trenggalek bisa menjadi angin segar bagi keluarganya.

Perekonomian yang terpuruk, bisa menjadi pemicu permasalahan keluarga, namun bila perempuan dalam hal ini ibu tumah tangga mampu menjadi penggerak keluarga tentunya problematika yang dihadapi akan bisa diselesaikan dengan baik.

Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad

“Perempuan ditengah pandemi harus paling siap beradaptasi, karena perempuan mempunyai tugas membina keluarga,” tutur istri Bupati Trenggalek ini kepada awak media.

Masih menurutnya, “nasib anak atau suami nyawanya ada di perempuan. Perempuan di masa pandemi ini harus pintar menjaga ketahanan yang baik,” imbuhnya.

Saat pandemi kita semua diwajibkan menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh agar tidak tertular Covid 19. Artinya kita harus memberikan keluarga kita asupan-asupan gizi yang seimbang melalui sayuran, buah-buahan atau bahkan ikan.

Namun disisi lain, faktor ekonomi ini juga tidak bisa ditinggalkan. Agar bisa bekerja seperti sediakala, mereka harus mempunyai ketrampilan dalam menghemat anggaran keluarga.
Salah satu cara menghemat anggaran keluarga ini bisa dengan menyiapkan bahan-bahan pangan secara mandiri di rumah kita masing-masing, sehingga uang keluarga ini bisa utuh.

Ketika mau makan sayur, dirumah sudah ada sayur dan ketika kita harus makan buah, dirumah sudah ada buah yang siap tinggal petik atau sebagainya.

Disisi lain faktor perceraian di Pandemi Covid ini meningkat kita harus bisa menjadi pengayuh keluarga, saat anak tidak bisa sekolah atau suami pekerjaanya tidak bisa optimal.
Sehingga dengan begitu, perempuan bisa menjadi angin sejuk bagi keluarga, karena bisa memberikan semangat, motivasi kepada keluarga rintangan ini bisa kita selesaikan dengan baik, tandasnya. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar