Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Inovatif, Guru di Magetan Ini Buat Hand Sanitizer dari Bunga Mawar

Shanti Rochmatin saat membuat hand sanitizer dari air suling kelopak bunga mawar. (Foto: Shanti Rochmatin)

Magetan (beritajatim.com) – Kelopak–kelopak mawar memenuhi salah satu ember yang berisi air. Tangan lentik Shanti Rochmatin (36) dengan sabar membersihkan kotoran yang menempel di kelopak mawar itu.

Setelah dibersihkan, warga desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magetan itu meletakkannya ke wadah berupa panci presto yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa digunakan untuk distilasi. Yakni mengambil uap hasil mengukus kelopak mawar.

Total ada empat takar bunga mawar yang digunakan. Atau setara dengan empat kilogram. Dengan bunga segitu, ibu dua anak itu bisa menghasilkan 1,5 liter air suling mawar.

Barulah dicampur dengan 500 mililiter alkohol 70 persen. Dengan begitu, Shanti bisa menghasilman 20 botol penyanitasi tangan dengan ukuran 100 militer.

“Teknik ini saya gunakan untuk meningkatkan harga jual mawar. Karena, harga mawar bisa turun drastis sampai di Rp 10 ribu per takarnya. Padahal, saat musim lebaran bisa sampai Rp 100 ribu,’’ katanya.

Ide itu tercetus pertama kali saat pandemi Covid-19 mulai menerpa. Berawal dari mencoba dan melihat cara – cara itu di media sosial, dia mulai menjajal.

Kini guru Bahasa Jawa di SMAN 3 Magetan itu telah menyelesaikan pengembangan penyanitasi tangan. Bahannya yakni air mawar, ditambah alkohol. Ilmu itu sudah ditularkan ke pekebun lain atau yang turut memproduksi olahan bunga mawar di Magetan.

Berikut dengan pengembangan usaha olahan mawar. Mulai dari perijinan hingga sertifikasi badan pengawas obat dan makanan hingga sertifikasi halal. ‘’Untuk hand sanitizer juga sudah dijual, 100 mililiter Rp 15.000,’’ katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar