Siapa Dia

Inilah Profil Khoirani, Calon Wakil Bupati Situbondo

Situbondo (beritajatim.com) – Jika terpilih dalam pemilihan kepala daerah tahun ini, Khoirani akan menjadi calon wakil bupati perempuan pertama di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Khoirani akan mendampingi Karna Suswandi, yang diusung koalisi partai parlemen Partai Persatuan Pembangunan, Gerindra, PDI Perjuangan, dan Demokrat, dan partai non parlemen Partai Solidaritas Indonesia, Partai Amanat Nasional, Perindo, dan Partai Bulan Bintang.

Khoirani terjun dalam kontestasi pilkada setelah ditemui kiai dari wilayah timur Situbondo. “Waktu itu saya tidak langsung mengiyakan, karena saya tahu wakil bupati tentunya juga punya beban berat,” katanya.

Hati Khoirani tergerak, setelah ada yang menyentilnya. “Siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Kiai Fawaid (almarhum KH Ahmad Fawaid As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo)? Di situlah hati saya terenyuh, karena saya sudah lama menjadi wakil ketua beliau (Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Situbondo),” katanya.

Khoirani pun setuju menjadi sekondan Karna. Apalagi suaminya, Muhaimin Abdul Razaq, setuju. “Suami saya berpesan tetap hati-hati dan menjadi orang amanah ketika ditakdirkan jadi wakil bupati, menjadi orang yang berpihak kepada masyarakat dan jujur,” katanya.

Maka Khoirani mempersiapkan diri agar bisa menang. Toh, ia tidak datang dengan pengalaman nol di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Situbondo periode 2004-2009 dan menjabat Wakil Ketua Muslimat NU Cabang Situbondo.

Solidaritas sesama perempuan akan menjadi kunci. “Apalagi pemilih perempuan di Situbondo lebih banyak. Saya yakin perempuan akan memilih perempuan,” kata ibu empat anak ini.

Jika terpilih, Khoirani berjanji akan melaksanakan program pendidikan dan kesehatan gratis serta pembenahan rumah tak layak huni. Sementara untuk kaum perempuan, ia berjanji mengembangkan dan memfasilitasi potensi mereka. “Perempuan tidak hanya menjadi pendamping suami, perempuan tak hanya di belakang, tapi bagaimana kita bisa memfasilitasi potensi perempuan itu sendiri seperti berusaha di bidang usaha kecil menengah dan koperasi,” katanya.

Selama menjadi anggota Dewan, Khoirani sudah terbiasa memperjuangkan konstituennya. “Ketika ada orang sakit, mesti Dewan yang diajak mengantarkan. Anggota Dewan itu (harus siap) 24 jam sehari. Tak hanya di kantor, ketika di rumah, masyarakat meminta bantuan anggota Dewan, maka wajib (dipenuhi) karena Dewan adalah wakil rakyat,” katanya.

‘Ketika aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada kami berhasil diperjuangkan, saya senang luar biasa,” tambah perempuan kelahiran Gresik, 16 November 1960 ini.

Kendati bukan asli Situbondo, Khoirani menegaskan komitmen untuk berjuang sepenuh hati. ‘Menjadi khalifatul fil ardi, di mana saja Allah menghamparkan bumi ini untuk semua manusia di situ. Tidak harus (asli) masyarakat Situbondo,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar