Siapa Dia

Inilah Profil Cabup Jember Hendy Siswanto

Hendy Siswanto (foto: Oryza A. Wirawan)

Hendy Siswanto menghadapi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini dengan optimisme. Dengan slogan ‘Wes Wahaye Mbenahi Jember’ (Sudah Saatnya Membenahi Jember), dia sudah gencar berkampanye setahun sebelum penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

Putra ketiga pasangan Slamet Alwi dan Alfiah Tarsiyah ini tumbuh dan besar di kawasan Kampung Ledok, dan membuatnya memahami benar bagaimana kota ini. Namanya dikenal masyarakat karena selama 12 tahun terakhir rajin membagikan bantuan kepada masyarakat miskin dalam jumlah besar, terutama saat hari-hari besar Islam. Saat Ramadan, dia membagikan 7.500 kotak takjil ke 1.100 masjid di seluruh Jember. Hendy juga membangun Masjid Roudlotul Muchlisin dan menjadi ketua takmir beberapa masjid.

Sarjana teknik lulusan Universitas Mochammad Sroedji Jember ini pernah menjadi birokrat di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI pada 1993. Dia mendapat penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari presiden, karena terlibat proyek-proyek strategis nasional.

Tahun 2015, suami Kasih Fajarini ini memutuskan pensiun lebih awal dan kembali ke Jember. Hendy mengembangkan bisnis sendiri bersama keluarga besarnya di sejumlah sektor usaha, seperti toko pakaian, hotel, perusahaan air mineral, dan bisnis pertunjukan.

“Kami sekeluarga dibesarkan dengan cara-cara tradisional, yakni menjunjung tinggi kebersamaan. Sejak kecil kami dibiasakan untuk bersama, apapun kesulitan yang ada pada salah satu keluarga merupakan kesulitan semua,” kata Pitono, kakak Hendy.

Lima tahun kemudian pria kelahiran Jember, 6 Mei 1962 ini, menjadi calon bupati. Pitono mengatakan, Hendy pamit ke seluruh anggota keluarga. “Waktu itu keluarga juga bingung. Katanya mau pensiun. Tapi sekarang kok malah mau repot lagi. Beliau menyampaikan, terpanggil karena ada 200 ribu masyarakat Jember yang masuk kategori miskin, dan menurut Pak Hendy, orang Jember tidak pantas miskin, karena buminya kaya,” katanya.

Hendy ingin mengembalikan kejayaan Jember pada masa dipimpinan Abdul Hadi. “Adik saya, pak Hendy, yakin bisa melaksanakan itu,” kata Pitono.

Hendy melihat posisi bupati sangat strategis untuk membawa Jember lebih baik. “Dengan kita memimpin Jember, melalui kebijakan, masyarakat Jember bisa makmur,” katanya.

Hendy maju dengan didukung koalisi Partai Nasional Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat. “Kami sangat yakin teman-teman partai banyak pengalaman dan itu harus dikolaborasikan menjadi satu kekuatan besar untuk menentukan kebijakan langkah ke depan,” katanya

“Modal kami adalah bagaimana mengembalikan hak yang wajib diterima masyarakat Jember. Sekarang sudah 75 tahun merdeka, sepertinya Jember belum maksimal menerima kemerdekaan itu. Kami tahu yang diharapkan masyarakat Jember, karena kami lahir di Jember dan sampai hari ini hidup di Jember,” kata Hendy.

Dengan menggandeng calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dan mendapat nomor urut pencalonan 02, Hendy berharap pilkada berlangsung membahagiakan. “Kita menebar bunga-bunga kebaikan, bunga-bunga khusnuzon kepada semuanya, sehingga pilkada ini menjadi menarik,” katanya.

Kekuatan Hendy bukan hanya partai politik, tapi juga keluarga. Dia melibatkan keluarga besarnya dalam kerja-kerja pemenangan. “Saya tidak punya latar belakang politik. Dasar saya maju adalah melihat saudara-saudara saya di Kabupaten Jember yang tidak baik-baik saja. Saya ngomong ke keluarga, bagaimana kalau saya maju dalam pilkada,” katanya.

Keluarga setuju. Konsekuensinya, mereka membantu pemenangan pilkada. “Ini kesempatan ladang ibadah di depan kita,” kata Hendy.

Yudho Ardyansyah, salah satu anggota keluarga, mengatakan, Hendy sangat memperhatikan detail teknis. “Beliau sangat memahami teknis, kapabilitas dan kapasitas tim yang bekerja diutamakan. Tidak bisa mentang-mentang kenal lalu minta diutamakan,” katanya.

Pitono mengatakan, Hendy sudah pantas maju menjadi bupati Jember. “Selama ini dia panutan dalam hal-hal kepemimpinan, mencetuskan ide-ide bagaimana pekerjaan diselesaikan baik pada kelurga atau masyarakat sekitar, Cara kerja Pak Hendy yang istimewa adalah bekerja dalam tim yang solid,” katanya.

Hendy bahagia karena mendapat dukungan keluarga besarnya. “Terlepas saya menang atau menang, saya tidak pedulikan itu. Yang penting perjalanan saya tidak mengubah niat kami, saya dan keluarga. Saya tetap on the track, niat beribadah. Itu kami akan buktikan setelah kami menang. Seluruh kekuatan kami satukan untuk memenangi pilkada dan menyelesaikan persoalan di Jember,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar