Siapa Dia

Ini Dia Spesialis Statistik Persebaya

Dhion Prasetya (dikumen pribadi)

Dhion Prasetya mengisi satu celah kosong yang belum diisi penulis atau pemerhati Persebaya Surabaya lainnya: merawat statistik pemain dan tim tersebut.

Penulis buku ‘Persebaya and Them’ itu rajin mencatat dan menabulasi data-data statistik pemain dan tim Persebaya, mulai dari jumlah pertandingan, menit bermain, hingga jumlah gol yang dicetak. Tak hanya pemain Persebaya saat ini, namun juga pada masa lampau.

“Sebagai salah satu tim besar dan lama berdiri di Indonesia, Persebaya Surabaya haruslah memiliki data statistik yang lengkap dan akurat, selayaknya tim-tim sepakbola masa kini di penjuru dunia,” kata Dhion.

Hal inilah yang menurut pria kelahiran Tanjung Pinang, 17 Januari 1985 ini, belum ditemukan di Indonesia. “Padahal statistik dan sejarah klub adalah dua hal yang berjalan beriringan,” kata Dhion.

Dhion pun berjalan sendirian, menempuh jalur sunyi, sebagaimana yang ditempuh para ‘statistician’ macam Duncan Alexander, Kepala Editor Data Opta, sebuah perusahaan statistik sepak bola. Penggunaan statistik dalam sepak bola menjadi cukup masif, terutama setelah tren ‘Moneyball’ muncul. Moneyball adalah sebutan untuk teknik penggunaan data statistik performa pemain untuk mencari pemain yang tak diperhitungkan dan memiliki harga lebih murah di pasar transfer daripada yang seharusnya. Tren ini diawali oleh Billy Beane, seorang pencari bakat baseball.

“Dengan data statistik, para penggemar Persebaya bisa mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dalam tim ini, selama tim berdiri, sebelum pertandingan, sesudah pertandingan dan data-data statistik masing-masing pemain,” kata Dhion.

Pegawai negeri di Kementerian Keuangan ini mulai menghimpun data-data sejak 2017 dari berbagai sumber, tanpa membatasi pada periode tertentu. Bagi Dhion, ini lebih sulit ketimbang membuat statistik pertandingan, “Lihat hasil pertandingan saja sudah bisa selesai. Tetapi untuk statistik detail seperti jumlah gol Persebaya selama bermain di Liga Indonesia (sejak 1994) tentunya perlu sedikit tambahan waktu,” katanya.

Dhion tidak mau main-main. Dia ingin data terkait Persebaya Surabaya bisa terukur dan menjadi acuan siapapun yang ingin menulis dan mengetahui klub tersebut. “Misalkan mencari siapa pemain yang terbanyak bermain di Liga bersama Persebaya. Orang bisa langsung paham dan menjawab Mat Halil,” katanya.

Melalui data statistik, Dhion bukan saja ingin menggiatkan literasi di kalangan Bonek, tapi juga kebanggaan terhadap klub. “Biar ereka bisa mengerti pencapaian apa saja telah dicapai oleh pemain dan klub ini, dan siapa saja pemain yang memiliki rekor-rekor mentereng bersama klub,” katanya.

Dhion ingin menulis perjalanan Persebaya dari musim per musim dengan dilengkapi data statistik, cerita, drama dan foto. “Dicetak secara eksklusif dalam tampilan hard cover dan kertas berwarna. Saya ingin perjalanan Persebaya didokumentasi dengan baik. Itu saja sih,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar