Siapa Dia

Ini Cerita Sopir Ambulan Laznaz LMI Pengantar Jenazah Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Menjadi seorang driver ambulan merupakan pekerjaan mulia. Sebab amanah mengantarkan jenazah sampai ke liang lahat menjadi bernilai pahala.

Namun dalam realita di lapangan, seorang driver ambulance memiliki pengalaman suka maupun duka. Terlebih saat masa pandemi covid-19 ini, seorang driver berada pada posisi mempertaruhkan nyawa. Salah sedikit mereka harus menanggung jika jenazah punya penyakit covid-19 akan ketularan. Begitupun dengan stigma masyarakat, ada yang akan menjauhi bila berdekatan dengan driver ambulan.

Hartoyo, driver ambulan Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (Laznas LMI) memiliki cerita seperti di atas. Setelah beberapa bulan berkecimpung membantu pasien positif Covid-19, dia memiliki cerita menarik.

“Kemarin saat mengantar jenazah yang memiliki sakit komplikasi, saat sampai di rumahnya, masyarakat banyak yang keluar dan banyak yang takut, padahal jenazah itu sakitnya kompilasi,” ujarnya, Selasa (08/09/2020).

Jenazah yang rumahnya di jalan Raya Bibis itu ingin dimakamkan di rumah mbahnya, di Sidoarjo.

“Setelah sampai di rumah mbahnya, kami memakai baju hasmat mengingat protokolnya seperti itu, namun banyak masyarakat yang takut, padahal tidak semua jenazah yang dihazmati merupakan pasien positif Covid-19,” tambahnya.

Haryanto berharap ketakukan masyarakat tidak berlebihan, namun tetap harus jaga-jaga.

“Tidak semua jenazah yang dihazmati ini terkena Covid-19, ada juga yang terkena penyakit lain, namun karena protokol tetap harus diberi pakaian hazmat,” tuturnya.

Ketua satgas Covid-19, Guritno, menambahkan jika mobil jenazah Laznas LMI tidak hanya diperuntukkan untuk pasien Covid-19. Namun untuk membantu jenazah dengan pasien lain.

“Insyaallah mobil jenazah yang dipunyai Laznas LMI diperuntukkan untuk semua pasien. Kami peruntukkan untuk semua. Gratis. Untuk kebersihan dan keamanan, sudah kami pastikan semua,” pungkasnya. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar