Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Honorer Ponorogo Diangkat Jadi PPPK, Dulu Gaji Tak Cukup Beli Skincare

Ponorogo (beritajatim.com) – Tangis haru bahagia terpancar di wajah Endah Puspitasari, guru honorer di Ponorogo yang hari ini menerima surat keputusan (SK) bupati tentang pengangkatan dirinya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

Perempuan cantik yang lahir 32 tahun silam itu, ikut dalam seleksi PPPK tahap 2. Sebelumnya dirinya mengabdi sebagai guru honorer di SDN 2 Carangrejo Kecamatan Sampung Ponorogo.

“Perasaannya ya senang menerima SK PPPK, tapi sedihnya harus pindah mengajar. Nanti mengajar di SDN 5 Carangrejo,” kata Endah sapaan akrab Endah Puspitasari, Kamis (23/6/2022).

Saat mendaftar PPPK dulu, di sekolah Ia mengajar tidak membuka formasi guru kelas, sehingga terpaksa memilih formasi di sekolah lain. Pengabdian 7 tahun sebagai guru honorer terbayar, setelah Endah dinyatakan lolos seleksi PPPK tahap 2. Dengan menjadi guru PPPK ini, setidaknya Ia akan mendapatkan kesejahteraan yang layak. Dimana jauh berlipat-lipat dibandingkan saat menjadi guru honorer dulu.

“Gaji dulu buat beli skin care aja tidak cukup. Hanya untuk beli sabun. Alhamdulillah, kali ini naik level,” ungkapnya.

Meski menjadi guru honorer dan digaji kecil, namun Endah menunjukkan keprofesionalnya sebagai guru. Dia yang dulu lulusan S1 pendidikan Bahasa Inggris, harus kuliah lagi untuk mengambil S1 PGSD. Sebab, untuk mengajar di SD, juga harus linier dengan pendidikannya.

“Di sela-sela mengajar itu, kuliah lagi ambil jurusan PGSD di Universitas Terbuka (UT),” katanya.

Dengan tugas baru menjadi ASN PPPK ini, Endah ingin menjadi lebih baik. Dia bertekad untuk meningkatkan kinerja sebagai guru yang lebih profesional.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan capaian ini. Seperti pesan dari Bapak Bupati tadi, saya ingin bertekad dan berusaha menjadi uswatun hasanah bagi para siswa,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memenuhi janjinya. Sebanyak 410 PPPK tahap 2 akhirnya menerima surat keputusan (SK) bupati sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Ya, 410 orang itu per tanggal 1 Juli nanti sudah resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Penyerahan SK itu dilakukan di Gedung Sasana Praja.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andi Susetyo mengatakan dari 410 orang itu, sebanyak 341 merupakan guru SD dan sisanya 69 orang merupakan guru SMP. Semua peserta PPPK tahap 2 penerima SK datang semua. Surat Keputusan pengangkatan PPPK itu, diserahkan langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

“Tadi diserahkan langsung oleh Bapak Bupati Sugiri Sancoko,” kata Andi.

Andi mengatakan sesuai surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT) dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, para PPPK mulai bertugas tanggal 1 Juli nanti. Tanggal pertama bertugas tersebut, mereka juga sudah langsung menerima gaji. Hal itu sesuai dengan aturan kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang penggajian atau tunjangan setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas berdasarkan SPMT dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pembina, dalam hal ini Dindik Ponorogo.

“Tanggal 1 Juli itu sudah mulai bertugas dan juga sudah mendapatkan gaji,” ungkap mantan Kepala Dipertahankan Ponorogo itu.

Berbeda dengan CPNS, PPPK yang hari ini mendapatkan SK itu, bakal memperoleh gaji 100 persen. Tidak seperti CPNS, dimana dalam satu tahun pertama hanya menerima 80 persen dari gaji.

“PPPK gajinya langsung diberikan 100 persen. Dalam perjanjian kerja kemarin, gajinya diangka Rp. 2,9 juta,” katanya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar