Siapa Dia

Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Gubernur Khofifah Tadarus Online

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki bulan suci Ramadan saat pandemi Covid-19, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar tadarus online yang juga melibatkan semua OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkup Pemprov Jatim.

Metode tadarus online ini sengaja dipilih di tengah pandemi Covid-19, yang menyebabkan tidak dimungkinkannya pelaksanaan tadarus seperti tahun sebelumnya.

“Sebagai upaya meningkatkan iman dan takwa (imtak), Pemprov Jatim menyelenggarakan tadarus online yang juga bisa diikuti seluruh masyarakat. Sehingga, di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat tetap bisa melangsungkan berbagai amaliyah Ramadan dari rumah masing-masing,” ungkap Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah usai memimpin tadarus online dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (25/4/2020).

Tadarus online, jelas Khofifah, dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan pada pukul 08.30-10.00 WIB. Tadarus online dipandu dari Gedung Negara Grahadi. Sebagai bentuk upaya menekan penyebaran virus Covid-19, tadarus online dipimpin oleh lima hafidzoh.

“Bagi ASN yang bekerja dari rumah, saya minta untuk mengikuti tadarus online yang dipandu dari Grahadi begitu juga yang sedang di kantor juga mengikuti,” ujarnya.

Di hari pertama puasa, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu memimpin tadarus online. Dalam pelaksanaannya, OPD akan dilibatkan. Setiap harinya akan ada OPD yang ikut andil di dalamnya. Teknisnya setelah hafidzoh memulai tadarus di 10 menit awal, maka di menit selanjutnya akan diteruskan oleh OPD. Setiap OPD berkesempatan untuk bertadarus secara online secara bergiliran.

“Selama bulan Ramadan akan diadakan terus menerus, selain sebagai upaya meningkatkan imtak, tadarus online juga menjadi bagian untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar virus Covid-19 bisa segera berhenti penyebarannya,” tutur orang nomor satu di Jatim ini.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jatim meminta, bukan hanya ASN yang dilibatkan, tapi anak anak sekolah juga yang sedang belajar dari rumah. “Sebagai contoh, anak anak madrasah aliyah juga bisa diajak untuk bertadarus online. Jadwal bisa dibagi, sehingga mereka berkesempatan juga,” imbuhnya.

Para ustadzah yang memandu dipilih dari para hafidhoh yang akan memandu, apabila saat bertadarus misal ada tajwid yang kurang tepat. “Ustadzah yang juga hafidzoh tersebut akan memandu selama berjalannya tadarus online ini,” tandas Khofifah.

Dengan diselenggarakan tadarus online ini, Khofifah mengajak semua masyarakat ikut menggerakkan perilaku lebih Qurani. Kemudian, juga bertujuan agar hati dan pikiran dipenuhi dengan siraman nilai nilai Qurani.

“Tadarus online bisa menjadi referensi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara dalam melaksanakan Hablum minan-nas atau hubungan baik sesama manusia dan Hablum minnallah atau hubungan baik dengan Alloh SWT,” pungkasnya. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar