Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Gita Larasati, Srikandi di Tengah Profesi Kaum Pria

Anggota PWI Pamekasan, Gita Larasati. [Gambar: IG Gita Larasati]

Pamekasan (beritajatim.com) – Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Gita Larasati menilai profesi wartawan menjadi pekerjaan yang menantang khususnya bagi dirinya yang notabene sebagai salah satu wartawan perempuan.

Bahkan perempuan kelahiran Sumenep, 17 November 1988 juga menegaskan jika dirinya mengaku sangat enjoy dan menikmati saat menjalani profesi sebagai wartawan. Sekalipun dalam pekerjaan tersebut lebih didominasi kaum pria.

“Prinsipnya setiap pekerjaan apapun tentunya memiliki resiko berbeda, termasuk pekerjaan jurnalis ini yang kami nilai sebagai sebuah tantangan, artinya masih tabu bagi kalangan perempuan,” kata Gita Larasati saat mengisi podcast ‘Tantantan Jurnalis Perempuan’ dalam peringatan Hari Pes Nasional (HPN) 2022, Rabu (9/2/2022).


Selain itu, pihaknya juga menegaskan jika profesi yang dijalani menjadi sebuah kewajiban yang harus dijalani dengan penuh tanggungjawab. “Tidak ada tantangan yang tidak bisa dilalui jika dilakukan dengan baik, artinya harus tetap dijalani, dinikmati dan disyukuri,” ungkapnya.

Disinggung soal adanya profesi yang digeluti sebagai wartawan perempuan di tengah dominasi kaum pria, dirinya menegaskan tidak terlalu khawatir. Terlebih pengalaman yang didapat di lapangan justru menjadikan dirinya sebagai sosok yang tangguh.

“Artinya tidak ada perbedaan gender dalam dunia jurnalis, semuanya bisa dan memiliki peluang yang sama untuk menjadi jurnalis, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sekalipun kita bekerja di dunia yang didominasi kaum pria,” tegas perempuan yang tercatat sebagai 10 besar VO Competition Genbi UINSA Surabaya 2021.

Tidak hanya itu, alumnus Universitas Wiraraja Sumenep, juga memiliki keyakinan jika dirinya mampu beradaptasi dan bahkan bersaing dengan kalangan pria khususnya dalam menjalankan tugas dan fungsi profesi sebagai seorang wartawan.

“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa tidak ada perbedaan gender dalam profesi ini, apalagi kita bekerja juga diatur sesuai regulasi yang tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik. Bahkan kami kami meyakini jika ada ‘prioritas’ untuk wartawan perempuan,” tegasnya.

Bersamaan dengan momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2022, pihaknya sangat berharap dapat meningkatkan motivasi tambahan dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai ‘penyampai risalah’. “Melalui momentum HPN ini, kami sangat berharap untuk terus dapat meningkatkan motivasi agar lebih baik lagi,” pungkasnya. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar