Siapa Dia

FPDIP Jatim: Rakernas dan HUT PDIP Momentum Gelorakan Semangat Riset dan Inovasi

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jatim, SW Nugroho

Surabaya (beritajatim.com) – Rapat Kerja Nasional I dan Hari Ulang Tahun ke-47 PDI Perjuangan (PDIP) yang dimulai Jumat (10/1/2020) hari ini menjadi momentum untuk seluruh kader partai berlambang banteng tersebut untuk menggelorakan semangat riset dan inovasi demi menopang kemajuan Indonesia.

“PDI Perjuangan selalu adaptif dan peka dengan tantangan zaman. Saat kompetisi global kian ketat saat ini, salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas riset serta inovasi nasional. Tidak ada bangsa yang bisa maju tanpa riset dan inovasi yang berkembang pesat,” ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jatim, SW Nugroho kepada wartawan, Jumat (10/1/2020).

Tema yang diangkat dalam Rakernas dan HUT  PDIP kali ini adalah ‘Solid Bergerak Mewujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’.

Nugroho mengatakan, tema tersebut relevan dengan kondisi zaman saat ini, di mana Indonesia harus terus bergerak maju sejajar dengan negara-negara besar di dunia.

“Kepemimpinan PDI Perjuangan telah mampu membawa Indonesia bergerak maju. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan betapa banyak kemajuan yang diraih Indonesia dalam lima tahun terakhir. Kini saatnya mengakselerasi itu melalui penguatan riset dan inovasi nasional,” ujarnya.

Nugroho menjelaskan, Bung Karno sejak lama telah meyakini riset dan inovasi sebagai jalan bagi kemajuan peradaban Indonesia. Bung Karno merintis Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) yang di kemudian hari menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bung Karno juga mendorong pengembangan banyak universitas di Tanah Air.

“Sekarang, semua kader PDI Perjuangan, baik di eksekutif maupun legislatif, harus bergerak dalam semangat riset dan inovasi, mulai sektor pertanian, perikanan, industri, ekonomi kreatif, pariwisata, lingkunghan hidup, teknologi informasi, hingga pelayanan publik. Seluruh kader diharapkan bekerja dengan panduan riset dan menggelorakan semangat inovasi,” ujar Nugroho.

Paradigma itu, sambung Nugroho, dimaknai para kader PDIP dengan memberi ruang yang lebih pada pengembangan riset dan inovasi.

“Maka para kader yang bertugas di pemerintahan, tidak pernah memosisikan Dinas Perpustakaan, Badan Penelitian dan sejenisnya sebagai posisi untuk membuang staf yang tidak berkinerja baik, sebagaimana persepsi umum saat ini. Justru pada organisasi perangkat daerah yang strategis dalam menopang riset dan inovasi ditempatkan ASN-ASN terbaik,” ujarnya.

Dia menambahkan, berbagai potensi sumberdaya Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dahsyat jika disentuh dengan riset dan inovasi. Misalnya, potensi perikanan yang tersebar di banyak daerah di Jawa Timur. Dengan sentuhan riset serta dorongan teknologi, produk perikanan bisa diolah menjadi barang bernilai tinggi yang mampu menyejahterakan rakyat.

“Kami di Jatim juga bahu-membahu mendorong riset dan inovasi untuk berbagai produk dan jasa para pelaku ekonomi kerakyatan. Semangat pembelaan terhadap wong cilik yang menjadi khas PDI Perjuangan kami lakukan dengan pendekatan riset dan inovasi agar bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan mereka,” pungkas Nugroho. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar