Siapa Dia

Raih Penghargaan Kapolres Madiun Kota

Fitra Adi Wibowo Jadi Relawan Covid-19 Termuda

Fitra Adi Wibowo.(Foto/ig: Fitraadiwibowo14)

Madiun (beritajatim.com) – Kepedulian Fitra Adi Wibowo terhadap kemanusiaan pantas dijadikan inspirasi bagi anak muda. Betapa tidak, di usianya yang masih belia, pelajar SMKN 1 Madiun itu aktif menjadi relawan termuda di PMI Kota Madiun.

Bergabung sejak Agustus 2020, remaja 18 tahun itu telah meraih penghargaan dari Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan. Yakni, sebagai relawan termuda dan teraktif di Kota Pendekar. “Tentunya senang dan bangga. Tidak pernah mengharapkan dapat apa-apa. Tapi ternyata mendapatkan apresiasi ini,” kata Fitra Adi Wibowo kepada beritajatim.com, Jumat (12/2/2021).

Penghargaan itu bukan tanpa alasan. Sejak bergabung di PMI, Fitra aktif melaksanakan kegiatan kemanusiaan. Terutama, menangani pemakaman jenazah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tak peduli siang-malam, cerah atau hujan, tugas itu tetap dilaksanakannya dengan semangat.

Mengenakan APD lengkap hingga makan dan tidur di area makam sudah menjadi kebiasaannya beberapa bulan terakhir. Tak jarang pula dirinya harus menunggu berjam-jam lamanya karena jenazah yang akan dimakamkan tak kunjung tiba.

“Paling sulit kalau pas musim hujan. Air dari dalam liang lahat menggenang. Sehingga, kami harus mengeluarkan airnya dulu baru jenazah bisa dimakamkan,” ungkapnya saat ditanya kendala pemakaman pasien Covid-19 selama ini.

Tak hanya itu, bayangan tertular Virus Corona juga sempat menghantui. Namun, remaja kelahiran 27 November 2002 itu berupaya menepisnya dengan meningkatkan imun dan iman. Dukungan kedua orang tuanya juga turut menguatkan semangatnya membantu masyarakat.

Meski sering menghadapi kendala, namun tak sebanding dengan kepuasan batin yang didapatnya ketika dapat menolong sesama. Apalagi, keikutsertaannya di dalam organisasi PMI mampu memperkuat tim relawan itu dalam menjalankan tugas-tugas di masa pandemi ini.

Selama bertugas, ada satu kenangan yang paling berkesan bagi warga Jalan Trengguli Gang 2 ini. Yaitu, ketika mengikuti proses pemakaman jenazah Covid-19 di Kelurahan Winongo. Kala itu, semua orang sudah siap melaksanakan salat jenazah. Namun, modin setempat tidak hadir. Akhirnya, Fitra menggantikan posisi modin untuk mengimami shalat jenazah dan memimpin doa sebelum proses penguburan.

Diungkapkan Fitra, keikutsertaannya menjadi relawan PMI bermula dari rasa penasaran dan dorongan kuat untuk membantu. Anak tunggal pasangan Agus Riyadi dan Sri Widayati itu seringkali mengamati kegiatan relawan ketika dia sedang bantu-bantu di warung milik kedua orang tuanya.

Kebetulan, warung itu berada tepat di samping markas PMI di Jalan Parikesit. “Setelah menjadi relawan ternyata memang tidak mudah, tapi saya senang karena bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Fitra pun menambahkan, dirinya berharap masyarakat bisa semakin mematuhi protokol kesehatan. Minimal dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Serta, menjaga kesehatan dan keamanan diri agar tidak tertular Covid-19.

“Saat ini kasus sedang tinggi, saya harap semua masyarakat bisa mematuhi prokes dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. [asg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar