Siapa Dia

Dosen ITS Sri Fatmawati Pimpin Akademi Ilmuwan Muda Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Sri Fatmawati SSi MSc PhD, dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS adalah sosok perempuan yang membanggakan.

Bagaimana tidak, ia dipercaya menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi berskala nasional merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan. Seperti halnya yang terjadi pada salah satu dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil terpilih menjadi ketua dalam organisasi Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) periode 2020-2022.

Semuanya berawal dari para anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), anggota ALMI, dan rektor yang menominasikannya untuk bergabung dalam keanggotaan ALMI. Tidak semata-mata dinominasikan saja, ia juga harus mengikuti rangkaian seleksi ALMI. “Pada Desember 2017 saya terpilih menjadi anggota ALMI dalam kelompok kerja sains garda depan,” ungkapnya, Kamis (17/12/2020).

Dosen yang kerap disapa Fatma ini menyampaikan bahwa dalam proses pemilihan ketua ALMI, semua bakal calon merupakan orang-orang yang dicalonkan oleh para anggota ALMI. Bakal calon ini dipilih dalam sidang paripurna pada tahun lalu. Dari beberapa bakal calon tersebut, kemudian dipilih lagi menjadi dua kandidat. “Salah satunya adalah saya,” ucap dosen yang saat ini juga menjabat sebagai Presiden Organization for Women in Science for the Developing World (OWSD) Indonesia.

Fatma menambahkan bahwa dengan perolehan suara sebesar 75 persen membuatnya berhasil terpilih menjadi ketua ALMI periode 2020-2022. Hal ini secara resmi dilakukan oleh Alan Frendy Koropitan PhD sebagai ketua ALMI periode 2018-2020 yang menyerahkan jabatannya kepada Fatma dalam sidang paripurna 2020, beberapa hari lalu. “Dengan begitu, tanggung jawab saya semakin besar,” tutur Wakil Kepala Pusat Penelitian Agripangan dan Bioteknologi ITS ini saat dihubungi melalui pesan daring.

Dalam pidato perdananya, istri dari Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD ini menyampaikan tentang beberapa visi dan misi yang akan dibawa bersama ALMI. Di antaranya adalah menekankan pentingnya peran ALMI sebagai katalis kemajuan sains garda depan di Indonesia, berkomitmen dalam kontribusi kebijakan dan komunikasi sains bagi masyarakat, serta dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia. “Adanya kontribusi di tingkat global juga menjadi salah satu hal yang penting,” jelas ibu dari Fahira Yumiko Azzahra dan Filza Michiko Farzama ini.

Guna mewujudkan hal tersebut, salah satu peneliti wanita terbaik di dunia ini melakukan perombakan kepengurusan seperti mengubah pengurus dari Sekretaris Jenderal. Selain itu, ia juga didukung oleh para petinggi lain seperti Direktur Program, Direktur Komunikasi, serta Direktur Hibah dan Kemitraan dalam masa kepengurusannya.

“Untuk kegiatan ALMI akan bertumpu pada empat kelompok kerja, yaitu Sains Garda Depan, Sains dan Masyarakat, Sains dan Kebijakan, serta Sains dan Pendidikan,” papar peraih penghargaan internasional dari raksasa kosmetika asal Peancis, L’Oreal dengan organisasi pendidikan PBB, UNESCO ini.

Dosen berdarah Madura ini menyadari bahwa menjadi ketua ALMI memang bukanlah hal yang mudah. Hal ini merupakan amanah yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Ia berupaya agar para ilmuwan yang tergabung dalam ALMI ini benar-benar dapat berkontribusi dan memberi manfaat untuk Indonesia.

Dalam waktu dua tahun ke depan, Fatma berharap dapat membawa ALMI menjadi organisasi yang memberi dampak positif bagi pendidikan baik di dalam maupun di luar Indonesia. Hal ini dikarenakan ALMI merupakan bagian dari Global Young Academy (GYA). “Dengan para ilmuwan lain yang tergabung dalam ALMI, saya optimis dapat mewujudkannya,” tandas satu-satunya anggota baru GYA 2020 yang berasal dari Indonesia ini. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar