Siapa Dia

Tiara Ira Dewi

Dokter Cantik yang Sukses Kembangkan Bisnis Kuliner

dr. Tiara Ira Dewi

Surabaya (beritajatim.com) – Tak hanya muda, cantik dan lemah lembut, dr. Tiara Ira Dewi memang patut menjadi panutan. Pengabdiannya menjadi dokter umum membuat hati tergerak untuk terus berusaha membantu sesama. Bahkan tak hanya membantu orang sakit, dr Tiara juga membuka sebuah usaha untuk membantu para pengangguran.

Bersama sang suami Raden Dwi Kennardi, membuka sejumlah usaha baik hiburan rakyat maupun restoran. Baru-baru ini mereka juga membuka restoran khas nusantara Indonesia Timur. Berbekal sering memburu kuliner, alumnus Fakuktas Kesehatan Universitas Airlangga inu terinspirasi dengan kuliner khas Nusa Tenggara Timur (NTT), Sei Sapi.

Awalnya ia bersama keluarga berlibur ke Kupang, NTT. Kota kecil di Provinsi NTT ini mereka kunjungi untuk berlibur dan melihat Komodo. Sebuah restoran kecil menarik perhatian mereka. Sei Sapi makanan yang terbuat dari bahan utama daging sapi dengan olahan pedas telah menggugah selera kulinernya.

“Dari situ saya pertama kali mencoba Sei Sapi. Lezat dan pedasnya membuat selera makan kami meningkat. Layaknya kuliner western berbahan sapi yang dipanggang, tapi bumbu khas NTT yang bikin ‘klik’ menunjukkan inilah khas masakan Nusantara,” ucapnya kepada beritajatim.com, Minggu (20/9/2020).

Usai merasakan kelezatan Sei Sapi, ia lantas mencoba untuk berkomunikaai dengan suami tercinta. Pasutri muda yang sukses memiliki usaha pariwisata di Bandung ini pun lantas memutar otak untuk membuka peluang usaha baru. Berkonsep layaknya makanan barat dengan perpaduan bumbu nusantara, mereka membuka satu gerai Sei Sapi di Jaoan Wana Kencana 2, Serpong, Kota Tangerang.

Bahkan dengan bekerjasama bersama owner lainnya, Sei Sapiku terbentuk menjadi bisnis franchise. Tak butuh waktu lama, dalam kurun waktu dekat para pembisnis kuliner pun bisa membuka lebih dari 8 outlet di Indonesia. Bahkan Jawa Timur sudah ada di 5 Kota dan Kabupaten.

“Melalui bisnis franchise ini saya juga berpikir bahwa masa pandemi sangat banyak pengangguran. Maka saya buka usaha kuliner ini juga harapannya bisa mempekerjakan orang yang terdampak pandemi,” lanjut dr yang mengabdi di RS Kamar Medika Mojokerto ini.

Berbicara soal cita rasa masakan, ia menngatakan bahwa masakan Indonesia berbahan daging sapi yang dikenal hanya rendang dan rawon. Padahal masakan khas NTT ini juga tak kalah dengan beff steak yang lebih dikenal masakan barat. Tak mudah mengolah daging sapi dan tak hanya membuat bumbu pedas saja. Untuk membuat Seisapi ini, koki harus memanggang dengan asap daging sapi sampai matang.

Bercampur dengan bumbu pedas dai cabe dan merica hitam, Seisapi menjadi andalan citara kuliner sesuai level pedasnya. Apalagi Indonesia beberapa tahun terakhir sedang naik daun ayam geprek dengan bermacam level pedas. Seisapi juga hadir dengan makanan pedas yang menggugah pecinta maaakan pedas buat kaum millenial.

“Mungkin daging panggang itu kebanyakan adalah kuliner dari barat. Tapi tidak semua, karena Indonesia juga memiliki kuliner daging sapi panggang khas Indonesia. Saya yakin cita rasanya bisa bikin pecinta kuliner terbius kelezatan masakan asli Indonesia Timur ini,” tandasnya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar