Siapa Dia

Djohan Susanto, Mengabdi untuk Sepakbola

Ketua Askab PSSI Pamekasan, Djohan Susanto terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif Asprov PSSI Jatim, Periode 2021-2025.

Pamekasan (beritajatim.com) – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pamekasan, kembali menempatikan salah satu pengurus sebagai anggota Komite Eksekutif Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Periode 2021/2025.

Kali ini Ketua Askab PSSI Pamekasan, Djohan Susanto berhasil menempatkan diri sebagai bagian dari jajaran Komite Eksekutif Asprov PSSi Jatim, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Jatim yang digelar di Sheraton Hotel, Surabaya, Sabtu (27/3/2021) lalu.

Djohan Susanto terpilih setelah mendapatkan dukungan sebanyak 57 suara dari total seluruh anggota Asprov PSSI Jatim, yang terdiri dari 38 Askab dan klub peserta Liga 3 regional Jawa Timur. Sekaligus meneruskan masa pengabdian kompatriotnya asal Pamekasan, Moh Farid yang sebelumnya menempati posisi serupa.

Memang pada KLB kali ini, Moh Farid juga sempat masuk bursa dan tercatat sebagai salah satu kandidat Komite Eksekutif Asprov PSSI Jatim. Namun sayang, ia gagal masuk dalam 7 (tujuh) besar tahapan pemilihan yang mengantarkan Ahmad Riyadh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asprov PSSI Jatim.

“Kami atas nama Askab PSSI Pamekasan, mengucapkan selamat untuk Mas Johan (sapaan akrab Djohan Susanto) yang mendapatkan mandat untuk menjadi Komite Eksekutif Asprov PSSI Jatim,” ungkapnya.

Sementara Djohan Susanto berharap keberadaannya Komite Eksekutif Asprov PSSI Jatim, dapat mengembangkan pola pembinaan pemain usia muda dan mendorong Askab PSSI di Jawa Timur saling berkiprah dengan baik untuk olahraga prestasi sepakbola.

“Hal-hal yang baik akan kami lanjutkan, dan terhadap sesuatu yang memerlukan penyempurnaan, tentunya akan diperbaiki bersama. Mohon dukungannya, semoga amanat ini dapat kami jalankan dengan sebaik mungkin,” jelas Djohan Susanto.

Untuk diketahui, Djohan Susanto masuk dalam daftar 13 kandidat calon anggota Komite Eksekutif PSSI Jatim 2021 yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Ia mewakili Madura bersama Moh Farid yang berkasnya dinyatakan lengkap dan lolos dari fase pencalonan.

Pasca dinyatakan lolos syarat administrasi, ia harus kembali ‘bertarung’ dengan kandidat lain untuk masuk ke 7 besar sebagai bagian dari Komite Eksekutif Asprov Jatim. Akhirnya ia berhasil lolos dan menjadi bagian dari kepengurusan di lingkungan Asprov PSSI Jatim untuk 4 tahun kedepan.

Pria kelahiran 1 Januari 1968, memang tidak asing dengan sepakbola. Sebab ia memang memulai karir sebagai pemai dari klub internal Askab PSSI Pamekasan, Tunas Karya Pamekasan. Bahkan sejak usia 18 tahun sudah mulai memperkuat tim kebanggaan warga Pemekasan dan Madura, yaitu Persepam Pamekasan, 1986/2004.

Tidak hanya itu, pria dengan penampilan sederhana juga sempat melanjutkan karir sebagai pesepakbola profesional dan sempat bermain untuk tim kaya sejarah, PSS Sleman edisi 1994/1995. Bahkan pasca pensiun, ia juga menggagas tim All Star Pamekasan sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap dunia si kulit bundar.

Karis Djohan Susanto semakin meningkat saat dipercaya sebagai Ketua Askab PSSI Pamekasan pada KLB PSSI Pamekasan 2018. Bahkan dalam kesempatan tersebut, ia terpilih secara aklamasi dan mendapat kepercayaan dari pemilik suara sah di lingkungan Askab PSSI Pamekasan.

Sejak memimpin Askab PSSI Pamekasan, ia banyak melakukan perbaikan maupun perubahan sistem administrasi, khususnya di sektor internal organisasi yang dipimpinnya. Salah satunya program inovatif berupa menghadirkan aplikasi data base pemain secara online.

Hasilnya, seluruh pemain sepakbola di lingkungan internal Askab PSSI Pamekasan terdata secara tertib. Dibuktikan dengan adanya nomor induk masing-masing paman maupun klub anggota yang terdata sebanyak 35 anggota, bahkan hal tersebut juga bisa diakses melalui aplikasi online. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar