Siapa Dia

Divaldo Baru Tulis Buku Sepak Bola 10 Tahun Lagi

Foto dok

Apa kaitan buku dan sepak bola? Bagi Divaldo Alves, mantan pelatih Persebaya Surabaya, buku memperkaya referensi dalam melatih. “Saya pasti senang baca buku sepak bola. Apalagi kalau ada metodologi bertahan dan menyerang, ada psikologi. Tapi kalau buku biasa, kadang-kadang saya baca,” katanya kepada beritajatim.com via WhatsApp, Rabu (13/5/2020) lalu.

Salah satu buku kesukaan Divaldo berjudul Futebol karya Jorge Castelo dan Luis Filipe Matos yang berbahasa Portugis. Dalam buku itu dijelaskan dengan spesifik 1.100 konsepsi dan pengorganisasian dalam latihan sepak bola. “Kalau kamu baca buku yang biasa, kamu tidak bisa belajar. Tapi kalau kamu baca buku yang dekat dengan pekerjaan yang kamu punya dan praktis, pasti kamu belajar banyak,” katanya.

Dalam buku itu dijelaskan bagaimana membuat pemain bisa tampil lebih baik dan menciptakan lingkungan dasar yang baik bagi sepak bola. Menurut Divaldo, sepak bola adalah bagaimana mengorganisasi semua elemen dalam klub. “Kamu mengorganisasi staf, mengorganisasi pemain, kamu mengorganisasi direktur, mengorganisasi semuanya. Tapi tetap tujuan utamamu adalah membuat latihan dan metode menurut cara yang ingin kamu mainkan,” katanya.

Terakhir, pelatih asal Portugal ini membesut klub Liga Super Kenya di Afrika, Sofapaka FC, sebelum kompetisi berhenti. Kini pandemi Covid-19 membuatnya harus meliburkan diri dulu dari urusan sepak bola.

Ada keinginan menulis buku tentang sepak bola? Divaldo tertawa. “Tidak sekarang. Usia saya baru 41 tahun. Tenang saja. Tunggu dulu. Aku masih muda. Mungkin 10 tahun lagi bisa buat buku. Tenang dulu, Bang,” katanya.

Divaldo sempat melatih Persebaya di Liga Primer Indonesia pada musim 2011-2012. Di bawah asuhan pelatih kelahiran 12 Agustus 1978 ini, Persebaya memainkan sepak bola ala tiki-taka yang sempat merepotkan klub Liga Primer Inggris Queens Park Ranger dalam sebuah laga uji coba di Gelora Bung Tomo pada 2012.

Divaldo sukses membawa Persebaya menjadi runner-up Liga Primer Indonesia dengan catatan 12 kemenangan, 2 hasil seri, dan 8 kekalahan dengan agregat gol 31-23. Persebaya juga menjadi semifinalis Piala Indonesia, setelah kalah agregat 2-3 melawan Semen Padang.

Total dalam ajang resmi, Persebaya bermain 28 kali, 16 kali meraih kemenangan, tiga kali seri, dan sembilan kali kalah, dengan agregat gol 43-30. Jika diakumulasi dengan laga persahabatan dan ajang internasional, Persebaya telah bermain 31 kali dengan 17 kemenangan, empat hasil seri, 10 kekalahan dengan agregat gol 50-37.

Prestasi terbaik Divaldo di Persebaya adalah menjuarai Unity Cup setelah mengalahkan klub Malaysia Kelantan dengan agregat 4-3 (1-1 di Malaysia, 3-2 di Gelora 10 November). “Ini bisa menjadi dream team,” katanya kala itu. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar