Siapa Dia

Disertasi ‘Kiai Thoreqoh’ Antar Rektor Unira Jadi Doktor Termuda

Malang (beritajatim.com) – Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Kepanjen, Kabupaten Malang, Hasan Abadi, akhirnya dinobatkan sebagai doktor termuda pada Program Manajemen Pendidikan Islam. Hal itu setelah sidang terbuka disertasinya di Gedung SBY UIN Malang, Selasa (29/1/2019), meraih nilai Cumlaude.

Dalam ujian promosi doktor program manajemen pendidikan islam tersebut, Hasan Abadi lulus dengan nilai sangat memuaskan oleh dewan penguji. Sebagai Promotor 1 dalam sidang terbuka hari ini yakni Prof. Imam Suprayugo, Co Promotor Dr. HM. Samsul hadi. Sedangkan Penguji Utama Prof. Dr. Mujia Raharjo. Lalu Penguji antara lain Dr. Khidari Saleh dan Dr. HM. Asriri, MAg.

Dalam desertasinya yang berjudul “Kepemimpinan Kiai Thoriqot (studi Kasus Atas Kepemimpinan Pelayanan Kyai Muhtarulloh al Mujtaba Mursyid Thoriqot Shiddikiyah Kabupaten Jombang)”, Hasan Abadi coba mengupas terkait bagaimana seorang Kiai Thoriqot melaksanakan kepemimpinan pelayanan terhadap jamaahnya atau umat.

“Dalam sebuah lembaga dibutuhkan pemimpin yang melayani, dan ini menjadi inspirasi saya sebagai sebagai Rektor Unira. Ini juga bisa menjadi motivasi bagi dosen-dosen muda Unira agar terlecut segera menyelesaikan pendidikan doktornya,” terang Hasan usai sidang disertasi selesai.

Kata Hasan, ada 25 dosen muda Unira yang sedang menempuh pendidikan S3 baik didalam negeri maupun diluar negeri. “Dengan selesainya disertasi saya ini, bisa memotivasi bagi dosen-dosen Unira untuk terus melanjutkan pendidikan S3. Karena SDM ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan, khususnya Unira yang sedang berkembang ini,” urai Hasan.

Dalam ujian promosi doktor ini, turut hadi menyaksikan sidang terbuka yakni Prof. Masud Said yang juga Ketua ISNU Jawa Timur. Lalu Prof Sutris, Kiai Zawawi, Dr. Hanif selaku Ketua Yayasan Unira dan dosen-dosen muda dari Unira. Termasuk Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr.Umar Usman. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar