Siapa Dia

Dimas Drajad Ibarat Oase di Tengah Jebloknya Prestasi Persegres

Gresik (beritajatim.com) – Dari sekian punggawa Timnas Indonesia U-22 yang baru saja menjuarai Piala AFF 2019, ada nama Dimas Drajad yang luput dari sorotan. Padahal, pemain kelahiran Gresik 22 tahun itu tidak bisa dilepaskan dari skuad asuhan Indra Sjafri. Pasalnya, dari tangan pelatih asal Sumatera Barat itulah, Dimas Drajad juga turut menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013.

Sayangnya, prestasi yang digapai oleh Dimas Drajad dengan memberikan gelar juara di Piala AFF U-19 dan AFF U-22 tidak berbanding lurus dengan prestasi klub kelahirannya Persegres Gresik. Klub asal Gresik itu, prestasinya jeblok dan kini malah terjun bebas di kasta kompetisi Liga 3.

Ibarat aose di tengah keringnya prestasi sepak bola Gresik, munculnya Dimas Drajad membawa angin segar bagi kebangkitan olahraga sepak bola. Kendati, saat ini status pemain yang pernah dibesarkan di Gresik itu bukan lagi berseragam Persegres melainkan klub PS Tira-Persikabo. Mengingat anak pertama dari almarhum mantan pemain timnas junior M.Sulkhan tersebut, juga merupakan seorang anggota TNI AD berpangkat sersan dua (Serda).

Bagi Dimas, perhelatan Piala AFF di tingkat junior sepertinya jodoh buat dirinya. Menurut pemain yang pernah berguru ke Spanyol itu mungkin antara sadar dan tidak sadar. Di ajang yang berbeda antara Piala AFF U-19 dan Piala AFF-22 mampu meraih prestasi dan menjadi juara.

“Alhamdulillah saya sangat bangga bisa juara di Piala AFF U-22. Sebelumnya di Piala AFF U-19 juga juara,” ujarnya, Sabtu (2/3/2019).

Dengan torehan dua prestasi itu, lanjut Dimas, dirinya diberi rezeki lebih oleh sang pencipta. Sehingga, selalu sujud syukur dan tidak lupa selalu berdoa kepada yang Maha Kuasa. Khususnya kepada almarhum ayahnya yang tiada henti terus mendorong agar menjadi pemain sukses.

“Iya, mungkin kalau tidak ada dorongan dari ayah, saya tidak bisa seperti ini. Ditambah arahan dari coach Widodo C.Putro. Sebab, saat ayah meninggal karena sakit, Coach Widodo selalu memberi semangat,” ungkapnya.

Bahkan saat berangkat mengikuti seleksi timnas di Yogyakarta, dirinya juga dibelikan tiket kereta api oleh Widodo, serta uang saku buat jaga-jaga selama mengikuti seleksi timnas. “Mungkin itu memori yang saya ingat sampai sekarang. Ayah dan coach Widodo C.Putro juga tidak lupa ibu yang selalu mendoakan agar berhasil,” ujarnya.

Saat ditanya terpuruknya sepak bola di Gresik, mantan pemain Persegres itu menyatakan harapannya semua elemen harus bekerja sama, dan jangan ada pecah belah antara manajemen dengan suporter.

“Intinya kan semua ingin membawa nama baik Gresik di tingkat nasional. Saya berharap semua elemen pegiat bola bersatu agar kejayaan sepak bola di Kabupaten Gresik kembali bersinar,” paparnya.

Rencananya, Minggu pagi Dimas Drajad bakal diarak keliling Kota Gresik. Suporter bola Ultrasmania juga turut mengawal pemain asli Gresik itu yang rencananya juga diberi apresiasi oleh Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro beserta forum pimpinan daerah (Forpimda) Gresik.  [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar