Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Octadella Bilytha Permatasari

Dari Dunia Usaha Melompat ke Panggung Politik

Ketua DPC Partai Gerindra Jombang Octadella Bilytha Permatasari saat menyampaikan pidato politiknya, Selasa (29/3/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Suaranya lantang, pidatonya tajam. Dia mengupas tentang tantangan partai politik di era disrupsi. Sebuah era yang ditandai dengan perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi. Dia juga membeber tentang benang merah antara dunia usaha dengan panggung politik.

Itulah pokok-pokok pikiran yang disampaikan oleh Octadella Bilytha Permatasari dalam pidato politik pertamanya saat dikukuhkan menjadi Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Gerindra Kabupaten Jombang, Selasa (29/3/2022) di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang.

Dalam forum tersebut, wanita yang akrab disapa Della ini tampil energik. Tubuhnya dibalut baju putih yang dipadu dengan bawahan warna coklat muda. Dia menyalami setiap undangan yang datang. Saat namanya dipanggil oleh pembawa acara, Della melangkahkan kakinya menuju ke atas panggung.

Di atas panggung itu, sebuah podium sudah menunggu. Di podium itulah Della memulai orasi politiknya. Della mengawali dengan menyapa seluruh undangan yang hadir. Mulai undangan dari partai lain, tokoh masyarakat, hingga Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad.

Pidato Della cukup menyetak. Dia mengakui lahir, tumbuh, dan berkembang jauh dari hingar bingar politik. Lingkungan keluarganya lebih akrab dengan dunia usia. Maka, tidak heran banyak spekulasi muncul bahwa naikknya Della ke panggung politik hanya ‘nunut’ kebesaran nama sang ayah, H Warsubi. Seorang pengusaha sukses di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Warsubi juga menjabat sebagai Kades Mojokrapak selama tiga periode berturut-turut. “Mungkin banyak yang bertanya, siapa sih Della itu? Kok bisa menjadi Ketua Gerindra. Apa hanya nebeng nama besar bapaknya. Hari ini saya akan menjawab spekulasi-spekulasi itu,” kata Della.

Meski tumbuh dalam lingkungan dunia usaha, namun sejak remaja Della sudah tertarik dengan organisasi. Maka tak heran, ketika duduk di sebuah SMA di Jombang, dia pernah menjadi Ketua OSIS. Setali tiga uang saat kuliah, Della juga aktif di organisasi mahasiswa intra kampus.

Della lalu menjelaskan dua kutub yang selama ini dianggap bersinggungan, yakni dunia usaha dan panggung politik. Namun bagi Della keberadan dua kutub tersebut sebenarnya tidak bisa dipisahkan. Politik menurut Della adalah seni dalam mengambil keputusan untuk kemaslahatan ummat. Seni untuk mengelola sumber daya guna mencapai tujuan bersama. “Karena dari politik-lah lahir sebuah kebijakan untuk menentukan arah kebijakan bangsa,” kata Della yang disambut aplaus hadirin.

Octadella (baju putih) bersama Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Selasa (29/3/2022)

Lulusan perguruan tinggi di Australia ini berpandangan, dunia politik saat ini dihadapkan pada tantangan besar, yakni era disrupsi. Sebuah era terjadi perubahan dan inovasi besar-besaran. Tentu hal tersebut juga mempengaruhi sistem, tatanan, dan tata cara baru. Perubahan itu disebabkan oleh revolusi 4.0, perubahan iklim, serta pandemi Covid-19.

“Sebagai pelaku usaha, saya sangat merasakan dampak itu. Bahwa siapa yang tidak adaptif dengan perubahan itu maka akan gulung tikar. Apa yang terjadi di dunia usaha bisa saja terjadi di wilayah politik. Jika partai politik tidak adaptif dengan situasi ini, maka akan tergerus dan ditinggal konstituennya,” kata Della yang lagi-lagi disambut tepuk tangan.

Untuk itu, Della mengajak seluruh hadirin membangun kolaborasi, menguatkan sinergi dalam menghadapi era disrupsi. “Mari kita lupakan sejenak egoisme kelompok, untuk bergerak membangun Kabupaten Jombang tercinta ini. Kami mengajak seluruh partai politik di Jombang untuk berkelobarosi. Mari bersama-sama membangun Jombang,” pungkas Della. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar