Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Cerita Aiptu Sumilak, Polwan Merangkap Kepala Keamanan Pasar di Mojokerto

Aiptu Sumilak saat mengkontrol kondisi Pasar Pon.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pasar Pon Dusun Gelonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto memiliki Kepala Keamanan Pasar seorang perempuan. Ialah Aiptu Sumilak, polisi wanita (polwan) yang berdinas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur.

Warga Dusun Gelonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini berdinas di SPN Polda Jawa Timur di Bagian Urusan (Baur) Manansal (makan siswa). Ia mempunyai tanggungjawab untuk mengecek kegiatan makan para siswa SPN Polda Jawa Timur, pagi, siang dan malam.

Di tengah kesibukannya menjadi abdi negara, Polwan yang sudah berdinas 23 tahun ini juga bertanggungjawab terhadap kemananan, ketertiban dan kenyamanan Pasar Pon. Ini setelah ia ditunjuk warga Dusun Gelonggongan untuk menjadi Kepala Kemananan Pasar Pon sejak tahun 2018 lalu.

“Saya di sini sebagai Kepala Pasar juga merangkap sebagai Kepala Keamanan Pasar. Kalau saya pagi kerja, setelah apel pagi sampai apel siang, saya ke pasar untuk mengecek pintu-pintu kios para pedagang yang ditinggal pulang. Karena aktivitas Pasar Pon hanya pagi hari,” ungkapnya, Senin (1/11/2021).

Masih kata Aiptu Sumilak, ia harus memastikan pintu kios para pedagang sudah benar-benar dikunci. Jika ada pedagang yang teledor maka ia memberi gembok dan dikunci sendiri. Tak hanya itu, selain memastikan pintu kios para pedagang dikunci dengan benar, ia juga melakukan patroli rutin.

“Saya kembali lagi patroli jam 8 malam, meski ada yang jaga dua orang tapi jaga di pintu utama dan sebelah timur. Saya keliling lagi ke dalam pasar untuk mengontrol. Biasanya ada pedagang yang naruh barang, biasanya ditaruh di depan kios. Tapi biasanya saya kasih tahu agar dimasukkan ke dalam kios dan dikunci,” katanya.

Karena meski Pasar Pon ada pagar keliling dan dijaga dua orang, namun bahaya jika barang para pedagang ditinggal begitu saja. Menurutnya, tugasnya sebagai Kepala Kemananan Pasar tidak mengganggu tugasnya di kepolisian karena dilakukan di luar struktur dari pekerjaan sebagai seorang abdi negara.

“Saya bagi waktunya, pagi tugas utama saya di kepolisian. Kewajiban saya apel pagi, setelah apel pagi saya kerja di kantor sampai apel siang. Setelah jam 3 saya pulang, saya kontrol ke dalam pasar karena banyak pedagang yang antar barang. Jam 8, 10 dan 12 malam saya kontrol lagi,” ujarnya.

Aiptu Sumilak menjelaskan, jika pekerjaan utamanya sebagai anggota Polri menjadi prioritas yang utama. Saat bertugas sebagai Kepala Keamanan Pasar, dilakukan setelah saya melaksanakan tugas di kantor. Ia menjadi Kepala Keamanan Pasar sudah tiga tahun atau sejak tahun 2018 dipercaya warga untuk menjadi Kepala Keamanan Pasar.

“Saya sudah 3 tahun ini, saya dipilih lagi oleh masyarakat Dusun Gelonggongan. Para pedagang sekarang lebih bagus karena selain tertib, para pedagang ini kalau diatur gampang, nggak rewel. Kalau saya kasih tahu, ‘ya bu’ tapi dilaksanakan, say senang. Selama ini saya, alhamdulillah selama saya menjabat di sini itu para pedagang mendukung saya,” urainya.

Aiptu Sumilak menambahkan, jika ia bertugas di SPN Polda Jawa Timur sebagai Baur Manansal. Sehingga setiap hari, ia mengontrol kegiatan makan para siswa SPN Polda Jawa Timur. Mulai dari makan pagi, siang dan malam sehingga sebelum melaksanakan apel pagi, ia sudah ke kantor.

Salah satu pedagang pakaian, Mutmainah mengatakan, sejak Aiptu Sumilak menjadi mantri pasar situasi menjadi aman, lingkungan bersih, tidak ada pungutan liar (pungli) dan premanisme sehingga para pedagang bisa berjualan dengan tenang. “Bu mila disiplin orangnya, tegas, jadi tertib dan aman disini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sumbertebu, Mukhlason mengatakan, pemilihan Aiptu Sumilak sebagai Kepala Keamanan Pasar atas aspirasi para pedagang Pasar Pon. “Kepala Keamanan Pasar harus orang asli warga setempat sehingga warga memilih Bu Mila (sapaan akrab, red) untuk menjadi Kepala Keamanan Pasar,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar